Artikel

Kekerasan Remaja Dampak Normalisasi Gaul Bebas

×

Kekerasan Remaja Dampak Normalisasi Gaul Bebas

Sebarkan artikel ini

Penulis : Siti Supatmiati

Idisi Online – Bandung (2/4/2026). Peristiwa pembacokan terjadi di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau pada hari Kamis 26 Februari 2026, pada pukul 07.30. Dimana seorang mahasiswa bernama Rehan Mujafar (21) yang berasal dari Muara Bangkinang, membacok teman wanitanya Faradilla Ayu Pramesti (23) yang hendak mengikuti sidang akhir. Pembacokan itu dilakukan dengan menggunakan kapak dan menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, pelaku sudah lama merencanakan penganiayaan tersebut.

“Pada saat kami periksa tersangka menyatakan dari awal November 2025, sudah ada niat melakukan penganiayaan, namun baru dilakukan pada Kamis kemarin,” ujar Anggi saat diwawancara Kompas.com Jumat 27 Februari 2026. Menurutnya, pembacokan ini dilatarbelakangi persoalan asmara antara korban dan pelaku. Sekarang pelaku ditangkap dan ditahan di kantor polisi, serta diterapkan pasal berlapis karena peristiwa itu sudah direncanakan sebelumnya. (DetikJatim, 26 Februari 2026)

Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa yang terjadi di kampus UIN Sultan Syarif Kasim. Sebagaimana diungkapkan Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kemenag Suyitno, di kantor Kementerian Agama Jakarta Pusat, bahwa kasus pembacokan ini memerlukan pembinaan lebih lanjut terutama terhadap korban dan pelakunya, dan berharap kasus ini tidak berulang lagi di lingkungan pendidikan manapun, bukan hanya di UIN. (Kompas.com, 5 Maret 2026)

Banyaknya kasus kekerasan, tentu sangat memprihatinkan, karena hal ini dapat merusak masa depan para pelakunya. Selain itu dapat meresahkan kehidupan masyarakat. Banyak hal yang mendorong seseorang melakukan tindak kekerasan. Diantaranya adalah adanya pola pikir dan pola sikap seseorang yang jauh dari tuntunan syariat, sebagai akibat berlakunya asas sekulerisme dalam sistem kapitalisme. Dimana berlaku paham empat kebebasan, diantaranya kebebasan bertingkah laku.

Hal itu juga dipengaruhi oleh adanya sistem pendidikan yang berlaku saat ini, dimana kurikulum di dalamnya  ditujukan untuk membentuk pribadi yang memiliki kemampuan dan keahlian dalam bekerja, sehingga dapat memperoleh penghasilan yang besar. Sebagaimana tujuan dari sistem kapitalis, yaitu memperoleh keuntungan atau materi yang sebesar-besarnya. Selain itu dalam sistem ini, pembinaan kepribadian dan akhlak, tidak menjadi prioritas utama, sehingga lahir generasi yang cerdas secara keilmuan namun lemah dalam pengendalian diri.

Kebebasan berperilaku juga membuat pergaulan antara perempuan dan laki-laki tidak ada batasan, bahkan dapat menjerumuskannya ke dalam perzinahan. Hal ini juga dapat mendorong seseorang untuk berbuat kekerasan, sebagai akibat dari hawa nafsu yang tidak terpenuhi, rasa cemburu yang berlebihan, atau penolakan yang tidak bisa diterima secara dewasa.

Sungguh sistem kapitalis dengan asas kebebasannya telah merusak berbagai aspek kehidupan. Dimana pemimpin dalam sistem ini tidak mengeluarkan kebijakan yang dapat menjaga dan melindungi rakyatnya dari perbuatan maksiat. Serta tidak memberikan sanksi yang tegas bagi para pelaku kekerasan atau kejahatan. Sehingga perbuatan itu terus berulang, dan semakin banyak pelakunya.

Dalam sistem Islam semua aspek kehidupan diatur dengan syariat Islam. Begitu pula dengan pergaulan antara perempuan dan laki-laki. Sebagaimana diatur dalam surat An Nur ayat 30, “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh Allah Maha Mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.”

Dengan terikat pada syariat maka kehidupan antara perempuan dan laki-laki akan terjaga dengan baik. Untuk dapat membentuk hal ini, maka sistem pendidikan dalam sistem Islam berupaya untuk membentuk pola pikir dan pola sikap setiap individu, agar sesuai syariat Islam. Sehingga menjadi pribadi yang bersyakhshiyah Islam dan bertakwa kepada Allah SWT, serta menjadi generasi yang kuat, dalam menghadapi permasalahan karena senantiasa bertawakal  pada Allah SWT.

Untuk dapat mencegah terjadinya perbuatan yang menyimpang, Islam mengharuskan untuk senantiasa beramar ma’ruf nahi mungkar dalam masyarakat. Sehingga tercipta suasana yang penuh dengan keimanan dan ketakwaan, serta menjauhkan individu dari perilaku yang menyimpang.

Karena dalam sistem Islam hukum yang diberikan bersifat tegas dan memberi efek jera bagi para pelakunya serta menjadi penebus dosa. Seperti hukuman jilid bagi para pelaku zina, bahkan bagi yang sudah menikah dirajam sampai mati. Selain itu ada hukuman potong tangan bagi mencuri. Sebagaimana tercantum dalam surat Al Maidah ayat 38 yang artinya, “Laki-laki maupun perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya, sebagai balasan atas perbuatan yang mereka lakukan dan sebagai siksaan dari Allah.”

Sungguh sistem Islam akan membawa kesejahteraan dan kedamaian dalam kehidupan. Oleh karenanya harus terus berupaya agar tercipta masyarakat yang senantiasa terikat dengan aturan Islam secara kaffah (menyeluruh). Upaya ini membutuhkan peran semua pihak, mulai dari keluarga, lembaga pendidikan, hingga negara yang menerapkan aturan Islam. Allahu ‘alam bishshawab.

Info Lainnya  Banjir dan Longsor Aceh: Warga Sulit Bekerja, Pertanian dan Perkebunan Lesu

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
content-ciaa-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 138000631

article 138000632

article 138000633

article 138000634

article 138000635

article 138000636

article 138000637

article 138000638

article 138000639

article 138000640

article 138000641

article 138000642

article 138000643

article 138000644

article 138000645

article 138000646

article 138000647

article 138000648

article 138000649

article 138000650

article 138000651

article 138000652

article 138000653

article 138000654

article 138000655

article 138000656

article 138000657

article 138000658

article 138000659

article 138000660

article 138000661

article 138000662

article 138000663

article 138000664

article 138000665

article 138000666

article 138000667

article 138000668

article 138000669

article 138000670

article 138000671

article 138000672

article 138000673

article 138000674

article 138000675

article 138000676

article 138000677

article 138000678

article 138000679

article 138000680

article 138000681

article 138000682

article 138000683

article 138000684

article 138000685

article 138000686

article 138000687

article 138000688

article 138000689

article 138000690

article 138000691

article 138000692

article 138000693

article 138000694

article 138000695

article 138000696

article 138000697

article 138000698

article 138000699

article 138000700

article 138000701

article 138000702

article 138000703

article 138000704

article 138000705

article 208000456

article 208000457

article 208000458

article 208000459

article 208000460

article 208000461

article 208000462

article 208000463

article 208000464

article 208000465

article 208000466

article 208000467

article 208000468

article 208000469

article 208000470

208000446

208000447

208000448

208000449

208000450

208000451

208000452

208000453

208000454

208000455

article 228000306

article 228000307

article 228000308

article 228000309

article 228000310

article 228000311

article 228000312

article 228000313

article 228000314

article 228000315

article 228000316

article 228000317

article 228000318

article 228000319

article 228000320

article 228000321

article 228000322

article 228000323

article 228000324

article 228000325

article 228000326

article 228000327

article 228000328

article 228000329

article 228000330

article 228000331

article 228000332

article 228000333

article 228000334

article 228000335

article 238000336

article 238000337

article 238000338

article 238000339

article 238000340

article 238000341

article 238000342

article 238000343

article 238000344

article 238000345

article 238000346

article 238000347

article 238000348

article 238000349

article 238000350

article 238000351

article 238000352

article 238000353

article 238000354

article 238000355

article 238000356

article 238000357

article 238000358

article 238000359

article 238000360

article 238000361

article 238000362

article 238000363

article 238000364

article 238000365

article 238000366

article 238000367

article 238000368

article 238000369

article 238000370

article 238000371

article 238000372

article 238000373

article 238000374

article 238000375

article 238000376

article 238000377

article 238000378

article 238000379

article 238000380

article 238000381

article 238000382

article 238000383

article 238000384

article 238000385

article 238000386

article 238000387

article 238000388

article 238000389

article 238000390

article 238000391

article 238000392

article 238000393

article 238000394

article 238000395

article 238000396

article 238000397

article 238000398

article 238000399

article 238000400

article 238000401

article 238000402

article 238000403

article 238000404

article 238000405

article 238000406

article 238000407

article 238000408

article 238000409

article 238000410

sumbar-238000336

sumbar-238000337

sumbar-238000338

sumbar-238000339

sumbar-238000340

sumbar-238000341

sumbar-238000342

sumbar-238000343

sumbar-238000344

sumbar-238000345

sumbar-238000346

sumbar-238000347

sumbar-238000348

sumbar-238000349

sumbar-238000350

sumbar-238000351

sumbar-238000352

sumbar-238000353

sumbar-238000354

sumbar-238000355

sumbar-238000356

sumbar-238000357

sumbar-238000358

sumbar-238000359

sumbar-238000360

sumbar-238000361

sumbar-238000362

sumbar-238000363

sumbar-238000364

sumbar-238000365

sumbar-238000366

sumbar-238000367

sumbar-238000368

sumbar-238000369

sumbar-238000370

sumbar-238000371

sumbar-238000372

sumbar-238000373

sumbar-238000374

sumbar-238000375

sumbar-238000376

sumbar-238000377

sumbar-238000378

sumbar-238000379

sumbar-238000380

sumbar-238000381

sumbar-238000382

sumbar-238000383

sumbar-238000384

sumbar-238000385

sumbar-238000386

sumbar-238000387

sumbar-238000388

sumbar-238000389

sumbar-238000390

sumbar-238000391

sumbar-238000392

sumbar-238000393

sumbar-238000394

sumbar-238000395

sumbar-238000396

sumbar-238000397

sumbar-238000398

sumbar-238000399

sumbar-238000400

content-ciaa-1701