KARAWANG – Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti Aula Husni Hamid, Komplek Perkantoran Pemkab Karawang, Senin (16/3).
Ratusan pengayuh becak dan penjaga perlintasan kereta api diundang khusus untuk bertemu langsung dengan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, dan H. Maslani.
Agenda silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan formal.
Dalam momen tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang menyerahkan bantuan paket sembako, beras, hingga santunan tunai kepada para pejuang jalanan yang setiap hari beroperasi di wilayah Karawang.
Bupati Aep Syaepuloh turun langsung menghampiri para tamu istimewanya.
Tanpa sekat, ia membagikan bingkisan dan amplop santunan satu per satu. Tak jarang, Bupati berhenti sejenak untuk mendengarkan keluh kesah dan candaan para pengayuh becak yang hadir.
Di tengah kerumunan, sosok pria paruh baya tampak menyeka air matanya. Ia adalah Bah Naman, seorang pengayuh becak berusia 65 tahun.
Bagi Naman, hari ini adalah catatan sejarah dalam hidupnya. Selama 40 tahun mengadu nasib di atas pedal becak di aspal Karawang, baru kali ini ia menginjakkan kaki di gedung pemerintahan tersebut.
“Baru pertama kali saya masuk ke sini (Aula Husni Hamid). Biasanya cuma lewat di depan saja. Rasanya kaget sekaligus senang sekali bisa ketemu langsung sama Bapak Bupati,” ujar Bah Naman.
Lelaki yang sudah empat dekade melayani penumpang ini mengaku sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan.
Baginya, perhatian dari pimpinan daerah adalah bentuk penghargaan bagi profesi kecil seperti dirinya.
“Terima kasih banyak Bapak Bupati atas perhatiannya kepada kami tukang becak. Bantuan ini sangat berarti untuk keluarga di rumah,” tambahnya sambil memeluk erat paket beras yang diterimanya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menyentuh lapisan masyarakat yang seringkali terlewatkan.






