
Karawang, Idisionline.com – Momen menarik mewarnai penutupan Pesantren Kilat (Sanlat) di Masjid Jami Nurul Huda, Lingkungan Rawabagi, Kelurahan Palumbonsari, Sabtu (14/3/2026).
Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H., secara langsung menguji hafalan salah satu lulusan terbaik, Nabila Bidayah ( 7 tahun).
Nabila, yang merupakan santri lulusan Pesantren Tarbiyatul Wildan, tampil percaya diri saat ditalar (diuji hafalan) surat An-Naba oleh orang nomor satu di legislatif Karawang tersebut.
Hasilnya, Nabila mampu melantunkan ayat demi ayat dengan lancar dan fasih, yang seketika mendapat apresiasi hangat dari seluruh jemaah yang hadir.
“Alhamdulillah, tadi saat ditalar surat An-Naba, ananda Nabila sangat paham dan masih ingat. Bacaannya sangat lancar. Ini membuktikan bahwa pembinaan selama 21 hari di sini membuahkan hasil yang nyata,” ujar H. Endang Sodikin dengan nada bangga.
Ketua DPRD menekankan bahwa fokus utama Sanlat tahun ini, yaitu baca tulis Al-Qur’an dan hafalan (talaran), adalah investasi besar bagi masa depan.
Ia berharap kegiatan produktif seperti ini menjadi standar di setiap masjid di Karawang agar waktu ibadah puasa anak-anak menjadi lebih efektif.
“Saya berharap di setiap masjid menggelar Pesantren Kilat. Ini adalah upaya kita agar waktu puasa anak-anak diisi dengan ilmu pengetahuan. Mulai dari usia 5 hingga 9 tahun harus dibiasakan dekat dengan masjid sejak dini,” tambahnya.
Lebih lanjut, H. Endang Sodikin memberikan pesan khusus kepada pengurus DKM Jami Nurul Huda untuk terus meningkatkan kualitas program ini di setiap Ramadan.
Ia berharap kedepannya sinergi antara warga pemukiman dan perumahan semakin kuat, sehingga kepesertaan bisa menembus lebih dari 100 orang.
“Dukungan warga dari dua RW ini sudah sangat baik, tapi saya berpesan kepada DKM untuk terus mengajak lebih banyak warga. Kita ingin lingkungan Rawabagi ini menjadi contoh bagaimana masjid menjadi pusat pendidikan karakter anak-anak kita,” pungkasnya.











