Garut, idisionline.com –  Sebuah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padasuka 2 yang berlokasi di Desa Padssuka, Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut, dituding lakukan pemotongan insetif  Kader Posyandu.

Menurut penjelasan sumber informasi, insentif Kader yang seharusnya Rp.1.000/ ompreng diterima tidak utuh.

“Insentif Kader posyandu seharusnya Rp. 1.000 tiap ompreng yang berjumlah 500 ompreng. Diterima cuma Rp.800/ompreng. Diduga dipotong oleh dapur SPPG. Mekipun cuma sedikit tapi jika diakumulasi cukup besar nilainya” jelas sumber.

Ketika awak media hendak lakukan konfirmasi dengan sambangi dapur SPPG itu, Senin (14/09/2026). Kepala Dapur SPPG, Randi tidak bisa ditemui.

Menurut Asisten lapangan, Rizal, Randi jam kerjanya mulai pukul 17⁰⁰.

“Kepala SPPG belum datang, jam kerjanya mulai pukul 17⁰⁰, nanti saja datang lagi sore kesini pak” ucap Rizal.

Diwaktu yang dijanjikan pada jam kerja, awak media kembali datangi dapur SPPG. Lagi lagi Randi tidak bisa ditemui dengan alasan sedang diluar.
Sementara salah seorang relawan menyebut Randi ads didalam, tidak mau menemui.

Dugaan pemotongan intensif yang terjadi di SPPG itu kian menguat dengan tertutupnya kepala SPPG yang seolah menghindar dan mangkir saat jam kerja.

Sejauh ini belum didapat penjelasan dan tanggapan dari pihak terkait ihwal dugaan pemotongan dan kinerja kepala Dapur yang mangkir saat jam kerja.

***Her

Info Lainnya  Kanwil Kemenag Provinsi Jabar Diduga Tutup Mata, Polemik Pembangunan Kantor KUA Kecamatan Baros Kota Sukabumi Kembali Memanas