Bandung, idisionline.com Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Maju Saputra Jaya Abadi yang berada di Desa Babakan Peuteuy, Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung, dalam tata kelola usaha yang dijalankan dinilai rentan masalah.
Pasalnya, saat awak media coba lakukan penelusuran dengan sambangi kantor Desa Babakan Peuteuy, Senin (24/08/2026).
Kepala Desa Endang Sutisna berhasil diwawancarai di ruang kerjanya, mengaku lebih banyak lupa terkait tata kelola dan penyertaan modal yang dikucurkan ke Bumdes.

“Untuk usaha bumdes sejak saya menjabat tahun 2019, bidang usahanya jualan gas elpiji. Penyertaan modal yang dikucurkan, saya lupa. Sampai sekarang masih berjalan dan hasilkan PADes, untuk nilainya saya juga lupa. Harus dengan sekdes” ucapnya.
Disinggung perihal penyertaan modal bumdes di tahun 2025, Endang Sutisna kembali berujar lupa.
“Untuk pastinya saya takut salah, maklum usia, jadi banyak lupa. Baiknya langsung dengan Direktur Bumdes saja. Nanti coba saya sambungkan” ujarnya.

Tak lama berselang Direktur Bumdesa Babakan Peuteuy, Engkos Kosasih berhasil diwawancarai di kantor Desa sebelum mengantar awak media ke lokasi usaha bumdes.
“Untuk usaha Bumdes awal gas elpiji hingga saat ini masih berjalan. Sementara program ketahanan pangan tahun 2025 kami menerima penyertaan modal sekitar 290 juta kami alokasikan untuk ternak Domba”ungkapnya.
Dilokasi kandang domba milik Bumdes, nampak terisi beberapa ekor domba. Engkos juga berkilah selebihnya ada kelompok.
“Sebagian domba dipelihara kelompok, total keseluruhan awalnya ada 66 ekor domba dengan pembelian waktu itu sekitar 2,5 juta/ekor. Hasil yang disumbang melalui PADes sekitar 7 jutaan” ujarnya.
Diakhir wawancara, Engkos Kosasih mengaku sudah akan mengahkiri masa jabatan selaku direktur Bumdes.
“Saya juga akan mundur dari jabatan direktur bumdes, karena terlalu cape. Giliran masalahnya saja kebagian, lagi pula banyak kegiatan lain yang tidak tertangani” pungkasnya.
***Her









