Untuk membaca, gulir ke bawah!
Desa & KelurahanNasional

Prof Reda Dorong ABPEDNAS Jadi Rumah Besar BPD dan LPMK Gorontalo, Kawal Program Desa dan Kelurahan hingga Nasional

×

Prof Reda Dorong ABPEDNAS Jadi Rumah Besar BPD dan LPMK Gorontalo, Kawal Program Desa dan Kelurahan hingga Nasional

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Idisi Online — Penguatan kelembagaan desa dan kelurahan mendapat momentum penting melalui pelantikan anggota Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa dan LPMK Nasional (ABPEDNAS) di Provinsi Gorontalo. Kehadiran organisasi tersebut diharapkan mampu memperkuat persatuan, menyatukan aspirasi, sekaligus membangun jalur komunikasi yang lebih efektif antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), pemerintah daerah, dan pemerintah pusat, seperti disampaikan oleh Prof. Reda Mantovani kepada awak media pada Rabu (19/8/2026) di Jakarta.

Prof. Reda Mantovani yang menghadiri pelantikan anggota ABPEDNAS di Gorontalo, Rabu (12/8/2026), menilai penguatan organisasi menjadi langkah strategis untuk menghadirkan wadah bersama bagi para penggerak pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput. Menurutnya, ABPEDNAS dapat berperan sebagai rumah besar yang menyatukan persepsi dan memperjuangkan kepentingan desa serta kelurahan secara lebih terstruktur, mulai dari tingkat kabupaten dan kota, provinsi, hingga nasional.

“Pelantikan merupakan momentum penyatuan untuk membuat ikatan antara anggota Badan Permusyawaratan Desa dan LPMK di Provinsi Gorontalo dalam satu rumah, satu wadah, yaitu Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa dan LPMK Nasional,” ujar Prof. Reda.



Ia menegaskan, kebutuhan setiap desa dan kelurahan memiliki karakter yang berbeda sehingga diperlukan wadah yang mampu menghimpun berbagai persoalan secara menyeluruh. Melalui ABPEDNAS, aspirasi yang muncul dari masyarakat dapat dikonsolidasikan menjadi agenda bersama dan disampaikan kepada pemerintah dengan kekuatan representasi yang lebih besar.

Menurut Prof. Reda, salah satu agenda penting ABPEDNAS adalah mendorong pengawasan yang sehat terhadap tata kelola pemerintahan desa, termasuk penggunaan dana desa. Pengawasan yang kuat dan konstruktif dinilai dapat membantu mencegah terjadinya penyimpangan sekaligus menekan potensi kriminalisasi terhadap kepala desa maupun perangkat desa yang menjalankan tugas pemerintahan.

“Pertama, kita ingin menurunkan tingkat terkriminalisasinya para oknum kepala desa atau perangkatnya supaya ke tingkat yang rendah. Supaya dana desa yang dilontarkan benar-benar dipergunakan sebagaimana mestinya, sesuai kebutuhan desa masing-masing,” jelasnya.

Pengawasan, lanjut Prof. Reda, tidak berhenti pada pengelolaan anggaran, tetapi juga mencakup pelaksanaan berbagai program pemerintah yang menyentuh kehidupan masyarakat. Anggota BPD dan LPMK diharapkan mampu menjadi mata dan telinga masyarakat dalam memantau program, mengidentifikasi kendala, serta menyampaikan persoalan melalui mekanisme organisasi untuk diteruskan kepada pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.

Pendampingan dari aparat penegak hukum juga dipandang memiliki arti penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang lebih tertib dan akuntabel. Kehadiran unsur kejaksaan negeri dan institusi terkait diharapkan dapat memperkuat pemahaman hukum sekaligus membuka ruang penyelesaian persoalan secara tepat sebelum berkembang menjadi perkara yang lebih kompleks.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Reda turut menyoroti peran ABPEDNAS dalam mendukung agenda Asta Cita pemerintah melalui pengawalan berbagai program kementerian yang menyasar masyarakat desa. Menurutnya, program nasional akan memberikan dampak lebih besar apabila terdapat orkestrasi yang kuat dari pusat hingga tingkat desa dan kelurahan.

Sejumlah program yang menjadi perhatian antara lain budidaya ikan tematik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Unit Usaha Ayam Petelur Bahagia, program penyediaan air bersih melalui sumur bor yang melibatkan Sucofindo, Program Indonesia Pintar, serta program Makan Bergizi Gratis. Berbagai program tersebut diharapkan memperoleh dukungan sekaligus pengawasan dari BPD dan LPMK agar pelaksanaannya sesuai sasaran serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Program ayam petelur juga dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal. Produksi telur dapat dimanfaatkan oleh masyarakat desa dan berpotensi disalurkan untuk memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Bagi Prof. Reda, ABPEDNAS memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara agenda pembangunan nasional dan kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput. Organisasi tersebut dapat memainkan fungsi orkestrasi dengan memastikan berbagai program pemerintah pusat memiliki jalur implementasi yang jelas hingga desa dan kelurahan.

“Kita menarik dan mengorkestrasi program-program yang sudah direncanakan oleh pusat untuk sampai turun ke bawah,” katanya.

Perhatian ABPEDNAS juga diarahkan pada sektor pendidikan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia desa. Program beasiswa bagi siswa jenjang SD, SMP, dan SMA yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan pendidikan.

Prof. Reda mengapresiasi pelaksanaan program beasiswa di Gorontalo yang dinilainya telah berjalan baik pada tingkat perguruan tinggi. Ia berharap semangat serupa dapat diperluas ke jenjang pendidikan dasar dan menengah sehingga anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memperoleh pendidikan layak dan membangun masa depan.

Penguatan ABPEDNAS di Gorontalo pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai organisasi, tetapi juga mengenai upaya membangun ekosistem pemerintahan desa dan kelurahan yang lebih partisipatif, transparan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Sinergi antara BPD, LPMK, pemerintah daerah, pemerintah pusat, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi fondasi penting bagi keberhasilan agenda tersebut.

Dengan jaringan organisasi yang semakin kuat, ABPEDNAS diharapkan mampu menjadi jembatan strategis antara masyarakat desa dan kelurahan dengan pemerintah. Peran tersebut sekaligus membuka ruang bagi aspirasi masyarakat untuk dikawal secara berjenjang, sementara program nasional dapat diterjemahkan menjadi manfaat yang benar-benar hadir dalam kehidupan warga.

Turut hadir dalam kegiatan di Gorontalo Adhitya Yusma Perdana, Tenaga Ahli Jaksa Agung Muda Intelijen sekaligus Sekretaris Jenderal ABPEDNAS, serta Indra Utama selaku Ketua Umum ABPEDNAS. Hadir pula Ketua Umum Srikandi Jaga Desa bersama jajaran tim kesekretariatan ABPEDNAS, serta Ketua, Sekretaris, dan Bendahara Koperasi Jaga Desa Sejahtera.

(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

Info Lainnya  H Tete Kuswara Realisasikan Aspirasi Untuk Rehabilitasi Jalan Hotmix Di Desa Lebakwangi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Idisi Online

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

artikel 000000121

artikel 000000122

artikel 000000123

artikel 000000124

artikel 000000125

artikel 000000126

artikel 000000127

artikel 000000128

artikel 000000129

artikel 000000130

artikel 000000131

artikel 000000132

artikel 000000133

artikel 000000134

artikel 000000135

artikel 000000136

artikel 000000137

artikel 000000138

artikel 000000139

artikel 000000140

artikel 000000141

artikel 000000142

artikel 000000143

artikel 000000144

artikel 000000145

artikel 000000146

artikel 000000147

artikel 000000148

artikel 000000149

artikel 000000150

article 0000091

article 0000092

article 0000093

article 0000094

article 0000095

article 0000096

article 0000097

article 0000098

article 0000099

article 0000100

article 0000101

article 0000102

article 0000103

article 0000104

article 0000105

article 0000106

article 0000107

article 0000108

article 0000109

article 0000110

article 0000111

article 0000112

article 0000113

article 0000114

article 0000115

article 0000116

article 0000117

article 0000118

article 0000119

article 0000120

artikel 0000106

artikel 0000107

artikel 0000108

artikel 0000109

artikel 0000110

artikel 0000111

artikel 0000112

artikel 0000113

artikel 0000114

artikel 0000115

artikel 0000116

artikel 0000117

artikel 0000118

artikel 0000119

artikel 0000120

artikel 0000121

artikel 0000122

artikel 0000123

artikel 0000124

artikel 0000125

artikel 0000126

artikel 0000127

artikel 0000128

artikel 0000129

artikel 0000130

artikel 0000131

artikel 0000132

artikel 0000133

artikel 0000134

artikel 0000135

pengadilan 000086

pengadilan 000087

pengadilan 000088

pengadilan 000089

pengadilan 000090

pengadilan 000091

pengadilan 000092

pengadilan 000093

pengadilan 000094

pengadilan 000095

pengadilan 000096

pengadilan 000097

pengadilan 000098

pengadilan 000099

pengadilan 000100

pengadilan 000101

pengadilan 000102

pengadilan 000103

pengadilan 000104

pengadilan 000105

article 3000061

article 3000062

article 3000063

article 3000064

article 3000065

article 3000066

article 3000067

article 3000068

article 3000069

article 3000070

article 3000071

article 3000072

article 3000073

article 3000074

article 3000075

article 3000076

article 3000077

article 3000078

article 3000079

article 3000080

article 3000081

article 3000082

article 3000083

article 3000084

article 3000085

article 3000086

article 3000087

article 3000088

article 3000089

article 3000090

article 3000091

article 3000092

article 3000093

article 3000094

article 3000095

article 3000096

article 3000097

article 3000098

article 3000099

article 3000100

article 3000101

article 3000102

article 3000103

article 3000104

article 3000105

article 3000106

article 3000107

article 3000108

article 3000109

article 3000110

article 3000111

article 3000112

article 3000113

article 3000114

article 3000115

article 3000116

article 3000117

article 3000118

article 3000119

article 3000120

article 2000081

article 2000082

article 2000083

article 2000084

article 2000085

article 2000086

article 2000087

article 2000088

article 2000089

article 2000090

article 2000091

article 2000092

article 2000093

article 2000094

article 2000095

article 2000096

article 2000097

article 2000098

article 2000099

article 2000100

article 2000101

article 2000102

article 2000103

article 2000104

article 2000105

article 2000106

article 2000107

article 2000108

article 2000109

article 2000110

invoice 00055

invoice 00056

invoice 00057

invoice 00058

invoice 00059

invoice 00060

invoice 00061

invoice 00062

invoice 00063

invoice 00064

invoice 00065

invoice 00066

invoice 00067

invoice 00068

invoice 00069

invoice 00070

invoice 00071

invoice 00072

invoice 00073

invoice 00074

invoice 00075

invoice 00076

invoice 00077

invoice 00078

invoice 00079

invoice 00080

invoice 00081

invoice 00082

invoice 00083

invoice 00084

invoice 00085

invoice 00086

article 238000401

article 238000402

article 238000403

article 238000404

article 238000405

article 238000406

article 238000407

article 238000408

article 238000409

article 238000410

article 238000411

article 238000412

article 238000413

article 238000414

article 238000415

article 238000416

article 238000417

article 238000418

article 238000419

article 238000420

article 238000421

article 238000422

article 238000423

article 238000424

article 238000425

article 238000426

article 238000427

article 238000428

article 238000429

article 238000430

article 238000431

article 238000432

article 238000433

article 238000434

article 238000435

article 238000436

article 238000437

article 238000438

article 238000439

article 238000440

article 238000441

article 238000442

article 238000443

article 238000444

article 238000445

article 238000446

article 238000447

article 238000448

article 238000449

article 238000450

article 238000451

article 238000452

article 238000453

article 238000454

article 238000455

article 238000456

article 238000457

article 238000458

article 238000459

article 238000460

artikel 0000136

artikel 0000137

artikel 0000138

artikel 0000139

artikel 0000140

artikel 0000141

artikel 0000142

artikel 0000143

artikel 0000144

artikel 0000145

news-1701