Tebing Tinggi,idisionline.com-Pelayanan di Klinik Djohan, Jalan Kapten F. Tandean, Kota Tebing Tinggi, kembali menjadi sorotan setelah orang tua seorang pasien anak mengaku kecewa dengan pelayanan yang diterima saat membawa anaknya berobat karena mengalami demam tinggi.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Pasien merupakan anak berusia enam tahun yang dibawa orang tuanya untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Keluhan keluarga pasien kemudian menjadi perhatian publik setelah pengalaman tersebut diunggah ke media sosial dan ramai diperbincangkan, antara lain melalui TikTok dan Facebook.
Salah satu unggahan di akun TikTok milik Freedoom Id berjudul “Bawa Anak Demam ke Klinik Djohan Tebingtinggi, Orang Tua Pasien Mengaku Diminta Periksa Suhu Sendiri” turut memicu beragam tanggapan dan like dari warganet.

Sejumlah pengguna media sosial bahkan mengaku memiliki pengalaman yang menurut mereka kurang menyenangkan saat memperoleh pelayanan di klinik tersebut.
Salah satu akun, naga ratus juta, menuliskan pengalamannya mengenai sikap seorang perawat yang menurutnya terkesan kurang responsif.
“Betull.. dan memang perawat yg di foto itu memang rada cuekk.. aku bbrp x agak kesal sih dgn cara dia.. tp malas aja ribut.. untung ad ayg viralkan dia.”
Komentar serupa disampaikan akun putrikecil@ yang mengaku pernah membawa anaknya berobat ke Klinik Djohan. Ia menilai pelayanan yang diterimanya kurang ramah.
“yups bner tu, hari tu aku bawak anak aku berobat kesana wah ketus nya minta ampun mentang” bpjs gak ada ramah” nya mau yg admin atau yg periksa pasien nya kyk gk ikhlas kerja terpaksa mau nya dirmh aja gak ada nyebut kak atau buk cuma bilang” ni balaala”uda”.
Namun, komentar dan pengalaman yang disampaikan warganet tersebut merupakan kesaksian serta penilaian pribadi masing-masing pengguna media sosial dan tidak serta-merta dapat dijadikan kesimpulan bahwa kualitas pelayanan Klinik Djohan secara keseluruhan buruk.
Orang Tua Pertanyakan Pemeriksaan Suhu Anak
Persoalan utama yang menjadi sorotan berasal dari pengalaman orang tua pasien saat membawa anak mereka yang sedang demam tinggi ke klinik tersebut.
Orang tua pasien, Irlan Jaya Situmorang, SH dan Kurnia Ningsih Saragih, mengaku mempertanyakan tindakan seorang petugas perempuan yang disebut meminta pihak keluarga melakukan sendiri pemeriksaan suhu tubuh anak.
Menurut Irlan, petugas tersebut disebut meletakkan termometer di atas meja dokter dan meminta keluarga melakukan pemeriksaan suhu tubuh anak secara mandiri.
Hal itu kemudian dipertanyakan oleh keluarga pasien karena mereka datang ke fasilitas pelayanan kesehatan dengan harapan memperoleh pemeriksaan dari tenaga kesehatan, terlebih kondisi anak saat itu disebut sedang mengalami demam tinggi.
“Kenapa kami yang memeriksa anak kami sendiri yang sedang sakit? Kami datang kemari mau berobat. Kami serahkan dan percayakan semua penanganannya kepada tenaga medis atau tenaga kesehatan. Kami sebagai masyarakat tidak tahu soal medis,” ujar Irlan.
Irlan menyampaikan kekecewaannya kepada awak media saat ditemui di salah satu kafe di Jalan Pramuka, Kota Tebing Tinggi, Selasa (11/8/2026).
Publik Menunggu Klarifikasi Klinik
Sebelumnya, persoalan tersebut juga telah diberitakan dengan judul “dr. Junica Handayani Bungkam soal Hasil Pemeriksaan Internal, Kejelasan Pelayanan Pasien Anak di Klinik Djohan Masih Dinanti.”
Hingga berita ini diterbitkan, pertanyaan mengenai pelayanan terhadap pasien anak tersebut masih menunggu penjelasan resmi dari Manajemen Klinik Djohan.
Klarifikasi dari pihak klinik dinilai penting untuk memberikan gambaran secara utuh mengenai kronologi kejadian, prosedur pemeriksaan yang diterapkan, serta memastikan apakah pelayanan terhadap pasien pada saat itu telah berjalan sesuai standar operasional yang berlaku.
Dengan demikian, pemberitaan ini tetap menempatkan keterangan keluarga pasien dan komentar warganet sebagai klaim atau pengalaman dari pihak yang menyampaikannya, sementara penjelasan resmi dari Klinik Djohan masih diperlukan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Manajemen Klinik Djohan maupun pihak terkait. (Tim)








