BANDUNG, Idisi Online – Tembok tanggul Sungai Cironggeng di kawasan Arcamanik kini berubah. Dari dinding polos sepanjang 35 meter, kini tampil mural perpaduan semangat Persib Bandung dan ajakan menjaga lingkungan. Karya seniman Mang Bob bersama Agus Baso ini mendapat apresiasi langsung dari Eka Santosa, mantan Ketua DPRD Jawa Barat.
Pantauan di lokasi, Rabu malam (29/7/2026), Bobbi Jaelani (40) atau Mang Bob bersama Agus Baso (30) tengah menyelesaikan sentuhan akhir mural setinggi 1,5 meter itu. Pengerjaannya dikebut karena keesokan harinya, Kamis, keduanya harus bertolak ke Kota Banjar untuk menggarap mural di Polres setempat.

“Alhamdulillah relatif tidak ada hambatan. Kebetulan sekarang musim kemarau. Kalau musim hujan tentu akan lebih repot,” ujar Mang Bob.
Tema mural ini lahir dari diskusi panjang bersama Jati, anak Eka Santosa, dan ayahnya. “Kami banyak berdiskusi sekaligus berimprovisasi bersama Teh Jati dan juga ayahnya, Pak Eka Santosa, yang memberikan banyak masukan mengenai isu-isu lingkungan yang penting diketahui generasi sekarang,” jelasnya.
Mang Bob sendiri merupakan alumni Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung dan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM). Ia dikenal sebagai pelukis mural dari Creative Division Viking Persib Club.
Eka Santosa (67) mengaku terkesan dengan hasilnya. Menurutnya, tembok yang bertahun-tahun tampak biasa kini menjadi lebih hidup.
“Saya terkesan dengan karya Mang Bob yang lahir dari hasil diskusi bersama anak saya, Jati. Saya berharap pesan mencintai lingkungan melalui filosofi Sunda ‘Indung Langit, Bapa Bumi’ semakin bergema di Kompleks Arcamanik Endah, minimal dari lingkungan ini terlebih dahulu,” ujar Eka yang hingga kini aktif memperjuangkan pelestarian lingkungan di Jawa Barat.
Apresiasi juga datang dari Ketua RW 02 Kelurahan Cisaranten Endah, Novianto. Ia berterima kasih atas kepedulian keluarga Eka Santosa.
“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi keluarga Pak Eka Santosa dalam pembenahan lingkungan di wilayah kami. Akan lebih membanggakan lagi apabila suatu saat mural ini dapat diresmikan langsung oleh Wali Kota Bandung, Pak Farhan,” kata Novianto.
Mang Bob menilai mural kini mulai menjadi pilihan masyarakat sebagai media komunikasi visual. Dibanding spanduk atau gambar cetak vinyl yang mudah rusak karena cuaca, mural dinilai lebih tahan lama dan punya daya gugah.
“Semoga mural ini membuat warga kompleks semakin tergerak untuk memilah sampah, menjaga kebersihan, dan lebih peduli terhadap gerakan pelestarian lingkungan secara umum,” pungkasnya.
[30/7 14.54] Edwin Sunarya: Eka Santosa (tengah) bersama Mang Bob (kiri) , dan Novianto (kanan). Sepakat, mempercantik lingkungan di Arcamanik, menggugah warga semakin peduli kepada lingkungan.
Rep. Edwin






