Garut, idisionline.com – Program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang digulirkan pemerintah pada Tahun 2025 ke tiap Desa dengan pengelolaan melalui Badan Usaha Milik Desa.
Anggaran yang dialokasikan untuk mendukung program sebagai modal Bumdes tersebut, dirogoh senilai 20% dari Dana Desa yang diterima.
Desa Mekarasih,Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, dalam mengimplementasikan program tersebut dicurigai adanya penyimpangan dalam tata kelola BUMDES diduga sarat penyalahgunaan.

Upaya konfirmasi ihwal tersebut dilakukan awak media dengan mengunjungi Kantor Desa Mekarasih, Selasa (30/06/2026).
Kepala Desa, Yani tidak berhasil ditemui.
Menurut Sekretaris Desa, Nenden, Yani sedang dinas luar dan untuk konfirmasi biar dirinya yang menjelaskan.
“Kebetulan Ibu Kades Sedang Rakor, untuk anggaran ketahanan pangan alokasi anggarannya sekitar 247 juta yang diperlukan ternak ayam pedaging. Melalui BUMDES yang dijabat Direktur nya pak Dadan” jelas Nenden.
Disinggung perihal kontribusi usaha BUMDES bagi masyarakat Desa dan Pendapatan asli Desa, Nenden berkilah belum ada karena belum waktunya.
“Sejauh ini karena belum genap satu tahun, usaha ayam pedaging belum ada laporan hasil. Biasanya dilaporkan pada tiap Agustus sekalian untuk bantu biaya perayaan HUT RI”Kilah Nenden.
Dilain tempat, dilokasi kandang ayam yang kesohor warga setempat menyebut milik Kades, didapati kandang dalam keadaan kosong. Berhasil terkonfirmasi pengurus ternak, Uli bersama istri dikediamanya yang memberikan penjelasan cukup terbuka.
“Kami hanya mengelola saja, dengan cara bagi hasil dengan Bu Kades tiap panen 40 hari sekali. Kebetulan baru 2 Minggu lalu. Malam ini rencananya bibit turun 7000 ekor” ucap Uli.
Sementara itu informasi yang berhasil dihimpun,lahan yang digunakan sebagai kandang adalah milik Kades. Sementara yang menjabat Direktur BUMDES, Dadan merupakan mantan Kades terdahulu yang notabenenya adalah Suami Yani (Kades-Red).
Indikasi adanya penyelewengan dan penyalahgunaan kewenangan dalam tata kelola BUMDES Mekarasih berpotensi KKN, kian menguat. Sayangnya hingga berita dilansir, Kades belum dapat ditemui untuk diminta keterangan resmi. Disambangi ke kediamannya, Kades tidak ada. Dihubungi melalui sambungan WhatsAppnya tidak merespon.
*** Her
![]()







