Kab. Bandung, idisionline.com – Pernyataan yang dilontarkan Perangkat Desa Cikembang,Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung, Asep yang menjabat sebagai Kaur Kesra saat dikonfirmasi awak media ihwal tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dinilai berbanding terbalik dengan fakta yang ada.
Dalam keterangan yang disampaikan Asep diruang kerjanya, Rabu (24/06/2026). Ia menyebutkan bahwa penyertaan modal BUMDES untuk program ketahanan pangan (Ketapang) tahun 2025 sebesar kurang dari 200 juta.
“Setahu saya modal untuk ketahanan pangan 2025 yang dikelola oleh BUMDES untuk usaha penggemukan sapi dan pertanian tidak lebih dari 200 juta dan sudah menyumbang PADes sekitar 7 juta”ucap Asep.
Sementara itu, ditemui terpisah saat mematau kegiata usaha yang dikelola. Sekretaris BUMDES malah memberikan penjelasan berbanding terbalik dengan keterangan Asep.
“Usaha penggemukan sapi bermodal hingga panen kemarin sekitar 62 juta, dari dana yang diterima 267 juta. Sisanya untuk usaha pertanian bawang” jelasnya.
Lebih lanjut Sekretaris BUMDES menyebut kedua bidang usaha ketahanan pangan yang dikelola belum buahkan hasil.
“Kedua usaha yang kami kelola belum buahkan hasil, 3 ekor Sapi saat panen hanya laku dijual senilai 63 juta. Sementara pertanian bawang kami rugi karena hasil panen harga rendah” ungkapnya.
Ditambahkan Sekretaris BUMDES pihaknya tetap berupaya kelola lebih baik. Ketimbang pengelolaan pengurus terdahulu.
“Kami tetap berupaya semaksimal mungkin agar pengelolaan BUMDES berbuah hasil lebih baik. Jika dibandingkan dengan pengelolaan terdahulu yang bisa dikatakan bangkrut” imbuhnya.
Sejauh ini hingga berita di release kondisi tata kelola BUMDES Cikembang yang terkesan mati suri belum mendapat tanggapan dari Kepala Desa selaku Direksi dan penanggungjawab Dana Desa.
***Her/Red
![]()







