Untuk membaca, gulir ke bawah!
AdvertorialSosial & Budaya

KERAJAAN-KERAJAAN YANG ADA DI TATAR SUNDA

×

KERAJAAN-KERAJAAN YANG ADA DI TATAR SUNDA

Sebarkan artikel ini


Oleh : Prof. Dr. Nina Herlina, M.S.

Pengantar

gulir untuk membaca
Idisi Online

Tidak semua kabupaten/kota di Jawa Barat ikut dalam kirab budaya, atau tidak diikutkan, sehingga masyarakat ada yang protes, misalnya Masyarakat Adat Kabupaten Garut.
Oleh karena itu, saya, selaku Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda, merasa perlu menyampaikan informasi tentang kerajaan-kerajaan yang ada di Tatar Sunda, yang umumnya memiliki keterkaitan dengan Kerajaan Sunda. Seperti diketahui bahwa kirab budaya kali ini, memamerkan  Mahkota Binokasih Sanghyang Pake, mahkota penobatan Raja-raja Sunda, yang dibuat di Kerajaan Galuh, dan sekarangdisimpan di Museum Prabu Geusan Ulun, di Sumedang.

Periode Pra Tarumanegara

Yang dimaksud dengan Tatar Sunda adalah wilayah yang terbentang dari Ujung Barat Pulau Jawa, yang sekarang dikenal sebagai Provinsi Banten, diikuti wilayah yang sekarang disebut Daerah Khusus Ibukota Jakarta, hingga sebagian wilayah yang sekarang disebut Provinsi Jawa Tengah dari Pantai utara Brebes hingga ke Pantai Selatan Cilacap.  Kerajaan apa saja yang pernah ada di Tatar Sunda ini?

Sebuah berita Cina yang berasal dari tahun 132 menyebutkan bahwa Raja Pien dari kerajaanYe-tiao meminjamkan meterai mas dan pita ungu kerajaannya kepada Maharaja Tiao-pien. Menurut G. Ferrand, seorang ahli sejarah Perancis, Ye-Tiao adalah nama yang diberikan oleh orang Cina untuk menyebut Yawadwipa, sedangkan Tiao-pien adalah lafal Cina dari nama Sansekerta Dewawarman (Krom, 1931: 61-62).

Dalam Naskah Wangsakerta diberitakan danya Dinasti Dewawarman lengkap dengan masa pemerintahannya di Kerajaan Salakanagara sejak awal abad Masehi, secara historis sulit untuk dibuktikan kebenarannya. Namun, berdasarkan prinsip yang dikemukakan Gilbert Garraghan (1956), disebutkan bahwa dalam ketiadaan sumber, maka sumber sekunder seperti ini dapat dipakai, meskipun dianggap sebagai pembuktian yang sangat lemah, hingga ditemukan bukti yang baru.

Kerajaan Tarumanagara

Pusat kekuasaan pertama di Tatar Sunda, yang memiliki bukti-bukti berupa sumber primer berupa prasasti tentang eksistensinya, dan juga termasuk yang awal di Nusantara, adalah Kerajaan Tarumanagara. Hingga sekarang, Raja Tarumanagara yang terkenal dan yang dikenal adalah Purnawarman. Sumber tertulis yang memberitakan tentang Tarumanagara adalah berita Cina, masing-masing berasal dari Fa-hsien tahun 414, Dinasti Soui dan T’ang, serta tujuh buah prasasti batu.

Pada tahun 414, seorang Cina yang menjadi biksu kembali dari ziarah ke India. Perahu yang ditumpanginya diterjang badai sehingga terdampar di suatu tempat bernama Ye-po-ti. Menurut pendeta yang bernama Fa-hsien itu, di Ye-po-ti hanya sedikit ditemukan orang beragama Budha. Mereka umumnya beragama Brahmana, dan lebih banyak yang beragama “kotor”.

Selanjutnya berita dari Dinasti Soui antara lain menyebutkan bahwa pada tahun 528 dan tahun 535, datang utusan dari T’o-lo-mo yang terletak di sebelah selatan. Sementara itu, sumber dari masa Dinasti T’ang juga menyebutkan bahwa pada tahun 666 dan tahun 669 datang utusan dari T’o-lo-mo (Moens, 1937: 363).

Rupanya dapat dipastikan bahwa T’o-lo-mo adalah nama tempat di daerah Tatar Sunda. Karena dari abad kelima itu ditemukan sejumlah tinggalan purbakala yang berkenaan dengan Tarumanagara, tidak salah jika sebutan T’o-lo-mo disesuaikan dengan Taruma(nagara) (Poerbatjaraka, 1951: 28).

Sumber lain berupa prasasti yang ditemukan di daerah yang berjauhan, dari dusun Batu Tumbuh di Jakarta Utara (sebuah), melalui daerah Ciampea, Bogor (lima buah), dan ke Cidanghiang di daerah Pandeglang, Banten (sebuah). Ketujuh buah prasasti itu adalah Prasasti Ciaruteun (Ciampea, Bogor) terletak di pinggir Sungai Ciaruteun dekat muara Cisadane; Prasasti Kebon kopi terletak di Dusun Muara Hilir, Cibungbulang;  Prasasti Pasir Koleangkak terletak di daerah perkebunan karet Jambu (Kecamatan Nanggung Bogor); Prasasti Tugu yang ditemukan di Dusun Batu Tumbuh, Jakarta Utara (Krom, 1915: 19).

Info Lainnya  Kajati Jabar Laksanakan Baksos di SLBN Purwakarta dan RSUD Bayu Asih

Prasasti Cidanghiang atau Lebak ditemukan di Dusun Lebak (Kecamatan Munjul, Pandeglang); Prasasti Muara Cianten; dan Prasasti Pasir Awi (Krom, 1931: 28, 32).

Jika melihat wilayah persebaran prasasti, dapat diperkirakan bahwa pengaruh kekuasaan Kerajaan Tarumanagara pada masa pemerintahan Purnawarman, setidak-tidaknya mencakup sebagian wilayah Tatar Sunda mulai dari Kabupaten Pandeglang, Cisadane-Tanggerang di bagian barat, Kabupaten Bogor di bagian selatan, dan daerah Jakarta di bagian utara, daerah Bekasi dan Karawang di bagian timur (Soeroso, 2002: 1)

Pusat kerajaan atau istana Tarumanagara, hingga sekarang belum diketahui dengan pasti. Poerbatjaraka menempatkan Kerajaan Tarumanagara itu di antara daerah-daerah yang dialiri Sungai Citarum, dan tanah di sebelah timur Cisadane yaitu Karawang, Bogor, dan Jakarta.

Bahkan dengan menguraikan kata “Chandrabhaga” yang terdiri dari dua kata masing-masing “chandra” dan “bhaga”, akhirnya dipastikan bahwa pusat kerajaan itu tidak jauh dari Sungai Bekasi (Poerbatjaraka, 1951: 12-15). Di sisi lain, Verstappen dan Noorduyn menyatakan bahwa dilihat dari segi morfologi maka Lagoa (sekarang kecamatan Lagoa, Jakarta Utara), tempat ditemukannya prasasti Tugu lebih memenuhi syarat sebagai lokasi ibu kota Tarumanagara (Verstappen, 1928: 228-307).

Kerajaan Sunda

Pada prasasti Kebonkopi II, tertulis kalimat “barpulihkan haji sunda”, yang terjemahan lainnya adalah: “pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda”. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwtpa parwa I sarga 3 halaman 79, ikhwal “Sunda” dijelaskan sebagai berikut:
…. / telas karuhun hana ngaran desya sunda / tathapi ri sawaka ring rajya taruma // tekwan ring usana kangken ngaran kitha sundapura//
Terjemahan: ‘Sesungguhnya dahulu telah ada nama daerah Sunda tetapi menjadi bawahan kerajaan Taruma. Pada masa lalu diberi nama Sundapura (Kota Sunda)’.

Pada tahun 669 Masehi, Sri Maharaja Linggawarman, raja keduabelas Tarumanagara, mengakhiri kekuasaannya. Sebagai penggantinya, Sang Tarusbawa, menantu Sri Maharaja Linggawarman, yang menikah dengan putrinya yang bernama Dewi Manasih. Adik Dewi Manasih, yaitu Dewi Sobakancana, diperisteri oleh

Dapuntahyang Sri Jayanasa, raja Sriwijaya. Berakhirnya pemerintahan Sri Maharaja Linggawarman, menandai pula berakhirnya kekuasaan Dinasti Warman di Tarumanagara karena nama kerajaan tersebut oleh Sri Maharaja Tarusbawa diganti sebutannya menjadi Kerajaan Sunda. Pergantian nama kerajaan, disebabkan, Sang Tarusbawa merasa perlu mengabadikan tempat kelahirannya, yaitu Sunda Sembawa (Bekasi).

Sang Tarusbawa, sebagai penerus tahta Tarumanagara, dengan nama gelar Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manumanggalajaya Sundasembawa dinobatkan pada tanggal 9 Suklapaksa bulan Jesta tahun 591 Saka. Titimangsa ini bila dikonversikan ke tahun Masehi menjadi 18 Mei 669 Masehi. Berdasarkan kajian kami, tanggal ini kami usulkan kepada Gubernur Jabar  sebagai Hari Jadi Tatar Sunda dan diterima serta sudah dibuatkan Pergubnya.

Info Lainnya  Ajang Nasional Pocari Sweat Run 2025 Sukses Digelar di Kota Bandung

Sang Tarusbawa bukan keturunan dinasti Warman. Ia dilahirkan di Sunda Sembawa (Sundapura), sebagai raja keturunan pribumi di kerajaan daerah Sunda Sembawa. Ketika ia naik tahta, mengganti nama Tarumanagara, menjadi Kerajaan Sunda. Semenjak itulah, Kerajaan Sunda, tampil kembali dalam panggung sejarah di Nusantara.

Langkah Sang Tarusbawa berikutnya, memindahkan ibukota kerajaan dari Sundapura (Bekasi) ke Pakuan (Bogor). Gambaran berkenaan dengan hal tersebut tercatat dalam redaksi teks naskah lontar Fragmen Carita Parahyangan.
Kerajaan Galuh.

Sementara Kerajaan Sunda lahir di sebelah Barat Tatar Sunda, di sebelah Timur, lahir Kerajaan Galuh sekitar 670. Dalam sumber tradisi, disebut bahwa Kerajaan Galuh didirikan oleh Sang Wretikandayun. Raja terkenal yang disebut dalam Prasasti Canggal, tahun 732 M.  adalah Sanjaya. Dalam naskah Carita Parahyangan, disebutkan ada 34 Raja yang memerintah Galuh hingga 1528. Ada beberapa raja yang terkemuka. Pertama adalah Prabu Maharaja atau Prabu Linggabuana, yang memerintah antara tahun 1350-1357.

Prabu Maharaja memiliki putri Dyah Pitaloka dan Wastukancana. Raja ini gugur di Bubat, ketika mengantar putrinya untuk dipersunting Prabu Hayam Wuruk dari Majapahit. Tahta kemudian dipegang oleh Prabu Niskala Wastukancana dari 1371 hingga 1475.

Cucu Prabu Wastukancana, Sri Baduga Maharaja, menikahi putri Raja Sunda. Maka kekuasaan Galuh dan Sunda pun digabungkan. Untuk penobatannya sebagai Raja Sunda, Sri Baduga mengenakan mahkota yang dibuat oleh Prabu Bunisora, yang menjadi raja setelah Prabu Linggabuana gugur di Bubat. Mahkota yang dikenal sebagai mahkota Binokasih ini sebenarnya dibuat oleh Prabu Bunisora untuk penobatan Prabu Wastukancana (kakek Sri Baduga)

Sri Baduga membawa Kerajaan Sunda pada puncak kejayaannya. Ibukota Kerajaan disebut Pakuan Pajajaran. Wilayah kekuasaannya membentang dari Selat Sunda hingga Brebes di Jawa Tengah dan Cilacap di Selatan.

Ada kebiasaan di daerah Asia Tenggara, menyebut nama kerajaan dengan nama ibukotanya karena pusat kesaktian kerajaan itu juga terfokus di ibukota, demikian pendapat Robert von Heine Geldern. Sejak abad ke-17, dalam naskah-naskah kuno, orang menyebut Kerajaan Sunda dengan Kerajaan Pajajaran hingga sekarang masyarakat lebih mengenal Prabu Siliwangi adalah Raja Pajajaran yang legendaris.

Prabu Siliwangi memiliki banyak isteri dari berbagai wilayah kekuasaannya. Kelak keturunannya ini menjadi para bupati di masing-masing wilayah. Boleh dikatakan, bahwa  kaum menak (bangsawan) yang menjadi bupati di Tatar Sunda, memiliki silsilah yang pada puncaknya adalah Prabu Siliwangi. Juga mereka biasanya memiliki pusaka warisan leluhurnya, bisa berupa kujang, tumbak, keris, atau naskah kuno. Jadi kabupaten/kota yang memiliki warisan seperti ini, bisa saja ikut dalam kirab budaya. Mungkin tahun depan , pelaksanaan kirab bisa lebih dilengkapi lagi.
Kerajaan Talaga

Satu-satunya kerajaan bercorak Buddha di Tatar Sunda adalah Kerajaan Talaga yang terletak di Kecamatan Talaga Kabupaten Majalengka.  Kerajaan ini berdiri sekitar abad ke -14. Didirikan oleh Batara Gunungbitung. Rajanya yang terkenal yaitu Prabu Talagamanggung yang gagah perkasa, adil palamarta. Dalam silsilah raja-raja Talaga, tercatat bahwa Raja Talaga masih keturunan Prabu Siliwangi. Namun kerajaan ini berakhir dengan naiknya Kesultanan Cirebon di bawah Sunan Gunung Jati dan semakin redup dengan munculnya pengaruh VOC. 

Info Lainnya  DWP Kabupaten Bandung Gelar Fun Walk Meriah Rayakan HUT DWP ke-26

Tinggalan kerajaan ini masih terpelihara dengan baik. Salah satu keturunan Prabu Talagamanggung yaitu Mayjen TNI (purn) Tb Hasanuddin, dan Prof Dr. ST Buhrhanuddin (sekarang Jaksa Agung RI), keturunan ke-14 dari Prabu Siliwangi,  menyatakan tidak berniat menjadi raja pemangku budaya, hanya ingin ngamumule tinggalan karuhun. tinggalan leluhurnya baik berupa regalia maupun adat budayanya.  Sekarang kedua tokoh terkemuka asal Majalengka ini sedang sibuk merenovasi Museum Talagamanggung dengan anggaran pribadi.

Kerajaan Cirebon dan Kesultanan Banten

Kerajaan Cirebon didirikan oleh Pangeran Cakrabuana (Keturunan Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja).. Awalnya Cirebon merupakan kerajaan bawahan Kerajaan Sunda, kemudian melepaskan diri dari Kerajaan Sunda, menjadi Kerajaan Cirebon di bawah Raja Syarif Hidayatullah, terhitung cucu Prabu Siliwangi.  Raja yang kemudian juga menjadi salah satu dari Wali Songo, terkenal sebagai Sunan Gunung Jati. Kerajaan Cirebon yang kemudian menjadi Kesultanan Cirebon, mendirikan Kesultanan Banten pada tahun 1525, dan penjadi pesaing utama Kerajaan Sunda.  Yang dianggap pendiri Kesultanan Banten adalah Sultan Hasanuddin, putra Sunan Gunung Jati. Selama 50 tahun Banten berusaha menaklukan Kerajaan Sunda yang berkoalisi dengan Portugis, akhirnya Kerajaan Sunda runtuh pada tahun 1579. 

Kesultanan Cirebon pecah menjadi Kesultanan Kasepuhan dan Kesultanan Kanoman pada tahun 1682, akibat campur tangan VOC. Kemudian pecah lagi menjadi Kacirebonan dan Kaprabon. Yang terakhir ini lebih memfokuskan diri sebagai paguron. Hingga kini konflik perebutan kekuasaan di Kesultanan Kasepuhan setidaknya telah berjalan lima kali.

Kerajaan Tembong Agung dan Kerajaan Sumedanglarang

Dalam naskah .Carita Parahyangan, dikisahkan salah seorang saudara Sri Baduga Maharaja, yang bernama Prabu Guru Aji Putih mendirikan Kerajaan Tembong Agung yang berkedudukan di Darmaraja, Sumedang.  Puteranya yang bernama  Batara Tuntang Buana, kemudian memindahkan ibukota ke Leuwihideung, Darmaraja  dan mendirikan Kerajaan Sumedanglarang . Gelarnya yang terkenal adalah Prabu Tajimalela.

Ketika Kerajaan Sunda runtuh tahun 1579, yang berkuasa di Sumedanglarang adalah Prabu Geusan Ulun. Mahkota Binokasih (Sanghyang Pake), , yaitu mahkota penobatan Raja-raja Sunda diselamatkan oleh empat utusan (Kandaga Lante) yang bertugas sebagai panglima di Kerajaan Sunda  dan diserahkan  kepada Geusan Ulun di Kutamaya. Penyerahan mahkota ini menjadikan Geusan Ulun sebagai nalendra atau penerus Kerajaan Sunda.

Kerajaan Sumedanglarang berakhir ketika kerajaan menyerahkan diri sebagai bawahan Kerajaan Mataram di bawah Sultan Agung sekitar tahun 1620 an. Setelah itu, Sumedanglarang menjadi kabupaten dan rajanya turun jabatan menjadi bupati. Kondisi ini berlanjut di bawah VOC.hingga tahun 1945. . Bila sekarang ada raja, maka itu hanyalah jabatan sebagai pemangku budaya. Bukan jabatan politis. Semua raja di Nusantara, setelah Indonesia merdeka menjadi pemangku budaya.

Sebagai catatan, Kerajaan Tarumanegara ketika berganti nama menjadi Kerajaan Sunda, tahun 669 M, tidak meninggalkan regalia berupa mahkota. Yang ada sekarang adalah mahkota binokasih, mahkota penobatan Sri Baduga Maharaja sebagai Raja Sunda di Pakuan Pajajaran (Bogor sekarang) pada tahun 1482, yang dibuat di Kerajaan Galuh. Mahkota itu kini disimpan di Museum Prabu Geusan Ulun di Sumedang..Itulah yang sekarang diarak dalam kirab budaya Milangkala Tatar Sunda. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Idisi Online

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 0000371

article 0000372

article 0000373

article 0000374

article 0000375

article 0000376

article 0000377

article 0000378

article 0000379

article 0000380

article 0000381

article 0000382

article 0000383

article 0000384

article 0000385

article 0000386

article 0000387

article 0000388

article 0000389

article 0000390

article 0000391

article 0000392

article 0000393

article 0000394

article 0000395

article 0000396

article 0000397

article 0000398

article 0000399

article 0000400

article 0000401

article 0000402

article 0000403

article 0000404

article 0000405

article 0000406

article 0000407

article 0000408

article 0000409

article 0000410

article 0000411

article 0000412

article 0000413

article 0000414

article 0000415

article 0000416

article 0000417

article 0000418

article 0000419

article 0000420

article 0000421

article 0000422

article 0000423

article 0000424

article 0000425

article 0000426

article 0000427

article 0000428

article 0000429

article 0000430

article 0000431

article 0000432

article 0000433

article 0000434

article 0000435

article 0000436

article 0000437

article 0000438

article 0000439

article 0000440

article 10000401

article 10000402

article 10000403

article 10000404

article 10000405

article 10000406

article 10000407

article 10000408

article 10000409

article 10000410

article 10000411

article 10000412

article 10000413

article 10000414

article 10000415

article 10000416

article 10000417

article 10000418

article 10000419

article 10000420

article 10000421

article 10000422

article 10000423

article 10000424

article 10000425

article 10000426

article 10000427

article 10000428

article 10000429

article 10000430

article 10000431

article 10000432

article 10000433

article 10000434

article 10000435

article 2990541

article 2990542

article 2990543

article 2990544

article 2990545

article 2990546

article 2990547

article 2990548

article 2990549

article 2990550

article 2990551

article 2990552

article 2990553

article 2990554

article 2990555

article 2990556

article 2990557

article 2990558

article 2990559

article 2990560

article 2990561

article 2990562

article 2990563

article 2990564

article 2990565

article 2990566

article 2990567

article 2990568

article 2990569

article 2990570

article 2990571

article 2990572

article 2990573

article 2990574

article 2990575

article 2990576

article 2990577

article 2990578

article 2990579

article 2990580

article 2990581

article 2990582

article 2990583

article 2990584

article 2990585

article 2990586

article 2990587

article 2990588

article 2990589

article 2990590

article 2990591

article 2990592

article 2990593

article 2990594

article 2990595

article 2990596

article 2990597

article 2990598

article 2990599

article 2990600

article 2990601

article 2990602

article 2990603

article 2990604

article 2990605

article 2990606

article 2990607

article 2990608

article 2990609

article 2990610

article 2000381

article 2000382

article 2000383

article 2000384

article 2000385

article 2000386

article 2000387

article 2000388

article 2000389

article 2000390

article 2000391

article 2000392

article 2000393

article 2000394

article 2000395

article 2000396

article 2000397

article 2000398

article 2000399

article 2000400

article 2000401

article 2000402

article 2000403

article 2000404

article 2000405

article 2000406

article 2000407

article 2000408

article 2000409

article 2000410

article 2000411

article 2000412

article 2000413

article 2000414

article 2000415

article 2000416

article 2000417

article 2000418

article 2000419

article 2000420

article 2000421

article 2000422

article 2000423

article 2000424

article 2000425

article 2000426

article 2000427

article 2000428

article 2000429

article 2000430

article 2000431

article 2000432

article 2000433

article 2000434

article 2000435

article 2000436

article 2000437

article 2000438

article 2000439

article 2000440

article 2000441

article 2000442

article 2000443

article 2000444

article 2000445

article 2000446

article 2000447

article 2000448

article 2000449

article 2000450

article 7700216

article 7700217

article 7700218

article 7700219

article 7700220

article 7700221

article 7700222

article 7700223

article 7700224

article 7700225

article 7700226

article 7700227

article 7700228

article 7700229

article 7700230

article 7700231

article 7700232

article 7700233

article 7700234

article 7700235

article 7700236

article 7700237

article 7700238

article 7700239

article 7700240

article 7700241

article 7700242

article 7700243

article 7700244

article 7700245

article 7700246

article 7700247

article 7700248

article 7700249

article 7700250

article 7700251

article 7700252

article 7700253

article 7700254

article 7700255

article 7700256

article 7700257

article 7700258

article 7700259

article 7700260

article 7700261

article 7700262

article 7700263

article 7700264

article 7700265

article 7700266

article 7700267

article 7700268

article 7700269

article 7700270

article 7700271

article 7700272

article 7700273

article 7700274

article 7700275

article 7700276

article 7700277

article 7700278

article 7700279

article 7700280

article 7700281

article 7700282

article 7700283

article 7700284

article 7700285

article 238000456

article 238000457

article 238000458

article 238000459

article 238000460

article 238000461

article 238000462

article 238000463

article 238000464

article 238000465

article 238000466

article 238000467

article 238000468

article 238000469

article 238000470

article 238000471

article 238000472

article 238000473

article 238000474

article 238000475

article 238000476

article 238000477

article 238000478

article 238000479

article 238000480

article 238000481

article 238000482

article 238000483

article 238000484

article 238000485

article 238000486

article 238000487

article 238000488

article 238000489

article 238000490

article 238000491

article 238000492

article 238000493

article 238000494

article 238000495

article 838000588

article 838000589

article 838000590

article 838000591

article 838000592

article 838000593

article 838000594

article 838000595

article 838000596

article 838000597

article 838000598

article 838000599

article 838000600

article 838000601

article 838000602

article 838000603

article 838000604

article 838000605

article 838000606

article 838000607

article 838000608

article 838000609

article 838000610

article 838000611

article 838000612

article 838000613

article 838000614

article 838000615

article 838000616

article 838000617

article 838000618

article 838000619

article 838000620

article 838000621

article 838000622

article 838000623

article 838000624

article 838000625

article 838000626

article 838000627

article 838000628

article 838000629

article 838000630

article 838000631

article 838000632

article 838000633

article 838000634

article 838000635

article 838000636

article 838000637

article 838000638

article 838000639

article 838000640

article 838000641

article 838000642

article 838000643

article 838000644

article 838000645

article 838000646

article 838000647

article 838000648

article 838000649

article 838000650

article 838000651

article 838000652

article 838000653

article 838000654

article 838000655

article 838000656

article 838000657

article 9998000586

article 9998000587

article 9998000589

article 9998000590

article 9998000591

article 9998000592

article 9998000593

article 9998000594

article 9998000595

article 9998000596

article 9998000597

article 9998000598

article 9998000599

article 9998000600

article 9998000601

article 9998000602

article 9998000603

article 9998000604

article 9998000605

article 9998000606

article 9998000607

article 9998000608

article 9998000609

article 9998000610

article 9998000611

article 9998000612

article 9998000613

article 9998000614

article 9998000615

article 9998000616

article 9998000617

article 9998000618

article 9998000619

article 9998000620

news-1701