Kab. Bandung, Idisi Online,-

Teradisi syukuran hajat lembur dan malam 1suro, sampai saat ini masih dilestarikan sebagian masyarakat Indonesia, termasuk di Jawa Barat. Tradisi malam 1 suro dilaksanakan untuk me­rayakan Tahun Baru Islam. malam 1 suro mulai dilaksanakan sejak perayaan Tahun Baru Islam, 1 Muharam.

Tradisi malam 1 suro sebagai wujud rasa syukur masyarakat untuk menda­pat keselamatan, umur panjang, dan diberikan rezeki yang luas dari Allah swt.

Tradisi tersebut masih dijalani warga kp wandasari Rw 17 /1 Desa Arjasari Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Kamis (18 /07/23)

Berbagai macam hidangan dari tumpeng dimasak warga secara bergotong-royong. Kebanyakan adalah ibu-ibu. Proses pembuatannya me­ma­kan waktu berjam-jam.

Menanggapi tradisi malam 1 di daerahnya, ust asep ini merupakan rasa syukur bahwa warganya hingga kini terus menjaga dan melestarikan tradisi tersebut. Tradisi itu penuh makna dan mengandung filosofi yang baik, yakni mempererat silaturahmi, serta mendoakan alam dan seisinya. Sekaligus, mendoa­kan keselamatan dan kesejahteraan warga, sambil di adakan ritual budaya

Tradisi makam 1 suro itu, kata ust Asep, sudah menjadi tradisi masyarakat setiap memasuki perayaan Tahun Baru Islam, 1 Muharam.

“Tradisi ini untuk meles­tarikan warisan leluhur, sekaligus wujud syukur kepada Yang Mahakuasa,” kata Asep

Reporter : Abah eep

Info Lainnya  Penyusunan Rencana Kerja Tahun 2027 Untuk Transportasi Dinas Perhubungan Akan Optimalkan Anggaran