Bandung || Idisi Online
Satuan tugas sapu Bersih pungutan liar (Saber pungli) Jawa Barat kembali mengamankan tiga oknum pejabat di lingkungan dinas pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung.
Salam operasi tangkap tangan (OTT) pada tanggal 14 juli 2021. Ketiga pejabat tersebut adalah kordinator wilayah (korwil) bidang SD Kecamatan Pangalengan (SJ) dan pengawasan (EA), serta korwil SD Kecamatan Kertasari (AD).
“Betul,Telah terjadi dugaan pungli di lingkungan Disdik kabupaten Bandung. kami melakukan OTT Pada 14 Juli 2021. Terangnya.
OTT tersebut terjadi di Gedung Sekretariat PGRI Kabupaten Bandung, di Kawasan Ketapang selain mengamankan Barang Bukti Uang Tunai Sekitar Rp.11,65 juta menurut Yudi uang tersebut merupakan hasil pungutan dari para Kepala SD di wilayah Pangalengan dan Kertasari.
Setelah di periksa, Yudi melansir bahwa SJ sendiri mengaku bahwa uang itu memang dipungut dari para kepala sekolah. SJ menegaskan bahwa ia hanya memerintahkan EA untuk memungut Rp.150.000 per Kepala sekolah namun di lapangan, EA sendiri justru memungut Rp.200.000 Per kepala sekolah.
Hal serupa juga terjadi di kalangan kepala sekolah di kecamatan Kertasari yang di pungut oleh AD Yudi, mengatakan uang tersebut di duga sebagai ‘pelicin’ untuk memudahkan verifikasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang di susun oleh pada kepala sekolah bersama korwil masing-masing, oleh jajaran bidang SD pada Disdik Kabupaten Bandung.
Adapun sekitar 70 kepala sekolah yang harus dipungut untuk penyediaan uang pelicin tersebut sehingga jika terkumpul semua jumlahnya mencapai Rp.14 Juta Beruntung Belum semua Kepala sekolah menyerahkan uang sejumlah yang di pungut tersebut”. Uangnya sendiri kami sita saat masih berada di tangan EA dan belum diserahkan ke SJ untuk wilayah Pangalengan.
“Sedangkan Kertasari, uangnya di Pegang oleh AD,” tutur kepala bidang data informasi dan publikasi satgas Saber pungli Jawa barat M Yudi Ahadiat, SH., Saat di Konfirmasi
Reporter : Guntur Putra








