Garut, idisionline.com – Komentar seorang tenaga pendidik (Tendik) pada sebuah pemberitaan yang terpublish di medsos kini berbuntut panjang.

Dalam komentar yang dinilai penuh kebencian dan cacian, sang tenaga pendidik di SDN 3 Rancasalak, Kecamatan Kadungora, Garut bernama Ahmad Zaenudin, yang
berujar:

“yang memberitakan paling orang yang mengaku media ke Sekolah, dan meminta dikasih duit… kayanya PGRI gak ngasih ke si Wartawan terkutuk… oknum ya oknummm” tulis Ahmad pada komentar di akun medsosnya.

Sontak ujaran Ahmad yang dinilai penuh kebencian dan rendahkan profesi wartawan, membuat geram sejumlah Wartawan Garut.

Ketika dilakukan klarifikasi oleh Wartawan pembawa beritanya, Senin (14/09/2026). Ahmad tidak menampik cuitanya itu, alasanya karena iseng.

“Memang benar itu akun saya yang komen, karena iseng saja. Banyak oknum wartawan yang datang hanya minta uang. Saya sering lihat kejadian tersebut di medsos. Saya akui salah dan saya mohon maaf”ucap Ahmad.

Secara humanis pembawa berita yang dikomentari Ahmad, menerima permintaan maaf Ahmad. Namun secara profesional dirinya menyatakan akan membawa persoalan ini ke ranah hukum.

“Secara adamiah saya terima permohonan maafnya, namun secara profesional saya akan konsul dengan pihak berwenang untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum. Jika dipandang penuhi unsur saya akan buka laporan” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, kepala SDN 3 Rancasalak , Saefuloh melalui pesan WhatsApp, menyayangkan ujaran yang dilontarkan Ahmad di medsos.

“Sangat disayangkan ujaran yang sembrono dilontarkan tersebut, saya tidak bisa memberi tanggapan lebih lanjut” tulisnya singkat.

Bijak dalam bermedsos merupakan etika yang harus dikedepankan. Ujaran penuh kebencian, cacian dan penghinaan bisa jadi bumerang.

***Her

Info Lainnya  DPRD Kota Sukabumi Dorong penguatan Sinergitas Masyarakat Dalam Pemberdayaan Perempuan