Bandung, idisionline.com – Program Ketahan Pangan (Ketapang) yang diluncurkan pemerintah pada tahun 2025 yang di kelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
Bersumber anggaran dari Dana Desa (DD) yang diterima Desa Waluya, Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung, 20% senilai lebih dari 200 juta.

Kepala Desa Waluya,Agus yang menjabat baru 4 Bulan (Penggantian Antar Waktu) saat dikonfirmasi awak media diruang kerjanya, Senin (24/08/2026) tak banyak memberi informasi terkait hal itu.
“Saya baru menjabat Kades 4 bulan melalui PAW, sebelumnya kaur keuangan. Untuk hal Bumdes saya belum tahu persis bagaimana perkembangannya sekarang” ucap Agus.

Seolah enggan membeberkan ihwal bumdes, agus juga menolak untuk diminta wawancara dengan direktur Bumdes.
“Kalau Direktur bumdesnya yang sekarang Alwi, tapi sekarang sedabg diluar kota. Coba saja hubungi dulu via telepon” ujarnya seraya memberi no telepon Alwi.
Terhubung melalui sambungan selulernya, Alwi menyatakan siap diwawancarai dan mengantar awak media ke lokasi.
Menurut Alwi, dirinya baru menjabat Direktur Bumdes tahun 2025 dan belum ada sertijab.
“Saya menjabat Direktur Bumdes baru, tahun 2025 dan belum sertijab. Untuk dana ketahanan pangan usaha yang dikelola penggemukan ikan nila dan pertanian jamur” ucapnya.
Lebih lanjut Alwi menyebut bidang usaha ternak domba, namun belum ada serah terima.
“Ada juga usaha ternak Domba yang terbagi di beberapa kelompok. Saya belum terima laporan perkembangannya, karena belum ada serah terima dari pengurus yang lama” imbuhnya.
Belum didapati informasi yang akurat atas keberadaan ternak domba program ketapang Desa Waluya, menimbulkan kecurigaan publik atas tata kelola program ketapang di Desa Waluya.
***Her









