KARAWANG, Idisionline.com Suasana malam di Yayasan KH Hasanuddin Djalil, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang mendadak pecah oleh tawa dan gemuruh tepuk tangan.
Di tengah kehangatan kobaran api unggun Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI), para peserta ditantang menunjukkan mental baja lewat sesi dadakan bertajuk “Unggun Ceria”.
Tantangannya terbilang nyentrik, peserta hanya diberi waktu 10 menit untuk membentuk kelompok kecil dan menampilkan aksi spontan.
Waktu yang mepet sukses memicu kepanikan sekaligus antusiasme. Saat giliran tampil tiba, suasana langsung heboh.
Ada kelompok yang tampil matang, namun banyak juga yang tampil apa adanya bermodalkan nekat. Aksi kocak seperti salah gerakan dan lupa lirik justru menjadi magnet yang menghidupkan malam akrab tersebut.
Siti , salah satu siswa peserta KKRI, mengaku sempat tegang namun sangat menikmati momen kebersamaan tersebut.
“Kami kaget karena cuma dikasih waktu 10 menit,” ujar Siti.
Ia menambahkan, rasanya campur aduk antara bingung dan seru saat langsung disuruh menyanyi dan berkreasi tampil di depan semua orang.
“Walaupun tampil apa adanya dan banyak lucunya, dari sini kelihatan kekompakan dan keberanian kami. Ini pengalaman tak terlupakan di KKRI Klari,” ucapnya.
Kehangatan malam di bawah langit Klari memperlihatkan antusiasme para peserta saat duduk melingkar menyaksikan penampilan kreatif rekan-rekan mereka di depan api unggun.
Menanggapi dinamika malam unggun ceria tersebut, Pasiter Kodim 0604/Karawang, Kapten Inf Kihajar, memberikan apresiasi tinggi terhadap mentalitas para peserta.
Menurutnya, esensi dari tantangan kilat ini adalah menguji daya adaptasi dan kerja sama tim dalam situasi terdesak.
“Materi Unggun Ceria dengan tantangan spontanitas ini sengaja diberikan untuk melihat sejauh mana mental, jiwa kepemimpinan, dan kerja sama para kadet dalam waktu singkat.
Masih kata Pasiter, Kami bangga melihat semangat mereka. Mau yang siap atau yang tampil apa adanya, semua menunjukkan kelucuan yang jujur dan mental pantang menyerah.
“Inilah wujud nyata pembentukan karakter generasi muda yang tangguh dan berani,” pungkas Kapten Inf Kihajar.
![]()













