PANGALENGAN, IDISI ONLINE â SMPN 4 Pangalengan, Kabupaten Bandung, masih kekurangan sekitar 60 calon murid untuk memenuhi kuota Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Sekolah tersebut memiliki kuota sebanyak 400 siswa yang terbagi dalam 10 rombongan belajar (rombel), masing-masing berisi 40 siswa. Kuota tersebut juga mencakup kebutuhan untuk rintisan SMPN 6 Pangalengan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMPN 4 Pangalengan, Nurdin, mengatakan hingga berakhirnya pelaksanaan SPMB Tahap I dan Tahap II, jumlah pendaftar masih belum memenuhi kuota yang tersedia. Salah satu penyebabnya adalah menurunnya jumlah lulusan sekolah dasar (SD) dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pada SPMB Tahap II melalui jalur prestasi dan mutasi, kuotanya terdiri atas 30 persen jalur prestasi dan 5 persen jalur mutasi. Sementara pada Tahap I melalui jalur domisili dan afirmasi tercatat sekitar 317 pendaftar, sedangkan pada Tahap II baru ada 17 pendaftar,” ujar Nurdin, Jumat (3/7/2026).
Ia menjelaskan, pihak sekolah masih menunggu kemungkinan adanya pelimpahan calon murid dari sekolah lain yang mengalami kelebihan pendaftar agar kuota di SMPN 4 Pangalengan dapat terpenuhi.
Menurut Nurdin, penurunan jumlah pendaftar juga dipengaruhi berkurangnya lulusan dari sekolah-sekolah dasar pendukung. Meski calon murid berasal dari berbagai wilayah seperti Riung Gunung, Cipangisikan, dan Desa Tribaktimulya, jumlah lulusan SD di wilayah tersebut tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu.
“Jumlah lulusan dari masing-masing SD tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu sehingga berpengaruh terhadap jumlah pendaftar di SMPN 4 Pangalengan,” pungkasnya.
![]()









