Entikong, Idisionline.id — Kawasan perbatasan Entikong yang seharusnya menjadi gerbang resmi dan aman bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI), kini terindikasi berubah menjadi ladang empuk bagi pegawai dan pejabat Kantor Imigrasi Entikong untuk meraup kekayaan. Pungli makin beringas di mana jalur resmi tersebut dijadikan celah untuk mengumpulkan pundi-pundi uang dan harta.
Hasil penelusuran tim awak media hingga minggu (15/03), menemukan bahwa praktik pungli terhadap calon TKI yang melewati perbatasan Entikong ini berlangsung hampir setiap hari dan telah menjadi pemandangan umum. Pemantauan di pintu lintas batas juga menunjukkan betapa longgarnya pengawasan di lokasi vital negara tersebut.

Calon TKI dapat melintas dengan mudah tanpa melalui pemeriksaan ketat dikarenakan telah membayar sejumlah pungutan yang diminta oleh pegawai dan pejabat kantor imigrasi di pos perlintasan. Selain itu, terlihat adanya kerja sama antara calo yang mendampingi keberangkatan calon TKI dengan pegawai dan pejabat kantor imigrasi yang sedang bertugas. Para calo tersebut tampak keluar masuk area imigrasi dengan bebas seolah-olah memiliki akses khusus yang tidak dimiliki oleh warga biasa. Fenomena ini sungguh sangat memprihatinkan. Para tenaga kerja yang berniat mengadu nasib ke negara jiran untuk menghidupi keluarga, malah menjadi sapi perah oleh pegawai dan pejabat kantor imigrasi yang memanfaatkan situasi di jalur resmi tersebut.
Hingga saat ini, di tengah isu pungli yang makin merajalela, pejabat Kementerian Imigrasi masih bungkam dan belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait pelanggaran di perbatasan Entikong ini.






