CIMAHI, IO – Pemerintah Kota Cimahi melaksanakan penanaman pohon secara simbolis sebagai bentuk kompensasi atas pohon yang terdampak pembangunan Underpass Gatot Subroto, Selasa (15/9). Kegiatan berlangsung di pelataran parkir Masjid ABRI, Kelurahan Baros, dan turut dihadiri unsur Forkopimda serta TNI dan Polri.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan pembangunan Underpass Gatot Subroto merupakan bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, namun pelaksanaannya tetap perlu diiringi tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Ini sebagai bukti bahwa kita tetap bertanggung jawab komitmen tentang pelestarian tanaman,” ujarnya.
Dalam laporan penyelenggara Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan III Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, dijelaskan bahwa pembangunan Underpass Gatot Subroto yang membentang dari kawasan Gedung Sudirman hingga Taman Kartini berdampak pada sejumlah pohon di sepanjang jalur proyek.
Penanaman pohon pengganti dilakukan di beberapa lokasi, termasuk kawasan sekitar Masjid ABRI dan kawasan ekowisata atau Taman Kehati di Lebaksaat. Penentuan lokasi dan jumlah pohon disesuaikan dengan ketentuan serta jumlah pohon yang terdampak pembangunan.
Sebanyak 74 pohon ditanam sebagai bagian dari kompensasi tersebut dengan jenis yang disesuaikan dengan kebutuhan penghijauan dan aspirasi masyarakat terdampak.
Pohon trembesi, asem, dan mahoni diarahkan untuk mendukung penghijauan dan penyerapan karbon, sementara pohon buah-buahan turut dipilih sebagai bagian dari respons terhadap permintaan masyarakat di Kelurahan Baros.
Ngatiyana menegaskan bahwa penanaman pohon tidak berhenti pada kegiatan simbolis, tetapi perlu diikuti dengan pemeliharaan agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Mudah-mudahan ini nanti bermanfaat pohonnya bagi kita semua sebagai wujud penggantian terhadap dampak pembangunan underpass jalan Gatot Subroto,” katanya.
Pemerintah Kota Cimahi bersama masyarakat dan berbagai unsur terkait selanjutnya berkomitmen menjaga keberlanjutan pohon yang telah ditanam. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
