SUKABUMI – idisionlline.com || Badan Amil Zakat Nasional BAZNAS Kabupaten Sukabumi terus memperluas sosialisasi program KOPPIAH. Program Komunitas Pemuda Pelajar Masyarakat Berinfak Sedekah ini kini menyasar Unit Pengumpul Zakat tingkat desa.
Wakil Ketua 1 Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Sukabumi, H. Afrizal, mengatakan pembinaan langsung dilakukan pasca pembentukan UPZ desa pada Ramadan lalu. Tujuannya mengoptimalkan pengumpulan ZIS dan mempercepat pelayanan bantuan.
“Sosialisasi di seluruh desa Dapil 4 sudah selesai. Saat ini kami berproses di Dapil 2, termasuk Kecamatan Ciambar, Nyalindung, dan Purabaya. Total sudah sekitar 90 desa yang kami jangkau,” ujar Afrizal, Selasa (8/9/2026).
Ia menargetkan seluruh sosialisasi ke UPZ desa se-Kabupaten Sukabumi rampung pada Desember 2026. Dengan begitu, awal 2027 program KOPPIAH bisa berjalan penuh di semua wilayah.
Program KOPPIAH mengusung infak swadaya Rp2.000 per bulan per warga. Dana yang terkumpul di desa dapat langsung digunakan untuk kebutuhan mendesak seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi warga setempat.
“Taglinenya Meningkatkan Pengumpulan, Mendekatkan Pelayanan. Jadi bantuan darurat tidak perlu menumpuk di BAZNAS kabupaten, bisa langsung ditangani di desa,” jelas Afrizal.
Sasaran sosialisasi tidak hanya pengurus UPZ. BAZNAS juga menggandeng kepala desa, perangkat desa, ketua RT/RW, hingga tokoh masyarakat agar ikut menyebarluaskan informasi dan mengedukasi warga.
Afrizal menegaskan program ini demi kemaslahatan masyarakat. “BAZNAS tidak bisa berdiri sendiri. Kami butuh kolaborasi aktif pemerintah desa dan semua elemen agar program ini berjalan maksimal,” pungkasnya.*** -Agus Pren
