Tasikmalaya – idisionline.com || Kabar bangkrutnya Badan Usaha Milik Desa Tanjungkarang, Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya, dilontarkan Sekretaris Desa (Sekdes) Tanjungkarang, Cecep saat diwawancarai awak media Rabu (26/08/2026).
“Saya menjabat Sekdes sudah 2 periode bareng pak Kades. Untuk penyertaan modal ke Bumdes dari Tahun 2018 nilainya sekitar 160 juta dan tahun 2021 sekitar 193 juta. Setelah itu tidak ada lagi karena Usaha Bumdes bangkrut, asset yang tersisa hanya 1 unit mobil Mitshubisi L300” ungkap Cecep.
Lebih lanjut Cecep berujar, karena Bumdes sudah tidak ada program Ketapangpun dikelola TPKK.
“Tahun 2025 ada program ketahanan pangan yang seharusnya dikelola Bumdes. Tapi karena tidak ada, pengelolaan program diambil alih TPKK. Nilai modalnya sekitar 200 juta untuk usaha sapi perah dengan pembelian 5 ekor sapi, sewa kandang dan pemeliharaan, hingga saat ini belum produksi”imbuh Cecep.
Ditemui terpisah, Dikediamannya Kepala Desa Tanjungkarang, Lanlan yang hendak berobat lantaran sakit membenarkan asset bumdes (Mobil) ada.
“Saya kurang sehat, mau berobat. Kalau mobil disimpan dirumah saya di Cilawu, karena disini tidak ada lahan parkir. Silahkan saja kalau mau ke kandang sapi minta diantar perangkat” ujarnya singkat.
Pantauan awak media dilokasi kandang Sapi program Ketapang, didapati 5 Ekor sapi dalam kandang. Warga setempat mengetahui bahwa itu adalah ternak sapi perah milik Kades.
“Lahan dan kandang milik Pak Kuwu (Kades-red) kami tahunya itu ternak sapi pak Kuwu. Pak Nana (Ketua TPKK) tidak pernah kesini. Sapi ini diurus Pak Kuwu dibantu beberapa pekerja mencari rumput untuk pakannya” ujar warga.
Persepsi negatif dimata publik tak dapat terelakan, Asset Bumdes (Mobil) yang diakui Kades ada dirumahnya masih misteri. Begitupun ternak sapi perah program Ketapang seolah jadi lahan bisnis Kades semata.***













