Bandung, Idisionline.com – Pemerintahan Desa Ciaro Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, dalam mengucurkan penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang bernamakan Maju Bersama. Telah rogoh DD dengan nilai nyaris capai 1 miliar rupiah.
Hal itu tentu mematik pertanyaan dan asumsi negatif dikalangan publik. Pasalnya sejak Bumdes Ciaro dibentuk berdasar regulasi Peraturan Pemerintah nomor 11 Tahun 2021. Penyertaan modal telah mengalir sejak bumdes bersama berdiri tahun 2017. Namun perkembangan usaha yang dikelola dinilai jalan ditempat sehingga minim buahkan hasil dan tak dirasa manfaatnya.
Penelusuran awak media terkait hal itu,coba lakukan konfirmasi dengan sambangi kantor Desa Ciaro, Senin (10/08/2026). Meskipun Kepala Desa (Kades) Ciaro, Kusnadi beserta perangkat lainnya tidak bisa ditemui.
Menurut staf pelayanan Desa Ciaro, yang terkonfirmasi menyebut bahwa Kades sedang dinas luar beserta Sekdes dan Bendahara.
“Kebetulan pak Kades sedang dinas luar, begitupun pak Sekdes dan bendahara, sedang tidak ada’ ujarnya.
Upaya menggali informasi lebih lanjut mencari tahu keberadaan Direktur Bumdes dan kegiatan usaha yang dijalankannya terus berlanjut.
Berhasil ditemui dan terkonfirmasi, Direktur Bumdes Ciaro, Tubagus yang menyebutkan bahwa dirinya menjabat sebagai pengurus/ Direktur Bumdes sejak Tahun 2022.
” Saya baru mendapat SK sebagai Direktur Bumdes sejak Tahun 2022. Sementara penyertaan modal yang kami terima baru di tahun 2023 dan 2025 untuk ketahanan pangan. Untuk pendapatan asli Desa dari Bumdes, kami baru bisa menyumbang sekitar 7 jutaan”ucapnya.
Hasil usaha bumdes yang dikemukakan Tubagus, justru berbanding terbalik dengan penyertaan modal yang digelontorkan Desa Ciaro sejak tahun 2018 lalu yang tercatat hampir mencapai nilai 1 miliar rupiah.
” Saya menjadi pengurus dan mendapat SK pada Tahun 2022. Menerima penyertaan modal yang digunakan untuk meneruskan usaha digital printing dan internet” ujarnya
Lebih lanjut Tubagus juga mengungkapkan adanya modal untuk pelatihan dan ketahanan pangan.
“Ada juga penyertaan modal untuk pelatihan pengurus. Baru di tahun 2025 untuk Program ketahanan pangan dengan modal 20% dari DD, senilai 325 juta rupiah. Digunakan untuk usaha bidang tani jagung dan ternak Bebek petelur” ungkapnya.
Pantauan lapangan awak media pada lokasi kandang bebek petelur Bumdes ciaro, didapati 400 ekor bebek yang dikabarkan sudah produktif dan hasilkan telur meskipun banyak kendala.
“Awalnya ada 600 ekor Bebek dibeli, dari modal awal. tapi karena ada kendala kematian dan pencurian, bebek tersisa sekitar 400 ekor” kilah Tubagus.
Dilain pihak Masyarakat setempat yang berhasil terkonfirmasi malah mengaku buta tentang keberadaan dan manfaat adanya Bumdes Ciaro.
“Selama ini kami tidak tahu kegiatan usaha Bumdes itu apa saha. Apalagi hasil serta manfaatnya, kami sama sekali tidak merasakan. Sehingga kami berpendapat bahwa kegiatan usaha bumdes Ciaro cuma cari untung dan bancakan saja” keluhnya.
Sejauh ini, hingga berita dilansir Kepala Desa Ciaro, Kusnadi selaku pemangku kebijakan serta penanggung jawab Dana Desa. Belum dapat ditemui untuk diminta keterangan resmi begitupun pihak terkait lainnya
***Yusup
BUMDesa Ciaro Telan DD Nyaris 1 Miliar, Hasil Minim Indikasi Penyimpangan Mencuat?








