PONTIANAK, IO – Dewan Pemuda Lintas Etnis (DPLE) Kalimantan Barat sukses menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) Ke-I yang berlangsung di Hotel Mercure Pontianak pada Rabu (06/05/2026). Momentum bersejarah ini melahirkan nakhoda baru bagi organisasi, yakni **Hery Syamsuri** yang terpilih secara resmi sebagai Ketua DPLE Kalbar untuk masa jabatan 2026-2029.
Mubes Ke-I ini mengusung tema strategis “Kompak Bersatu, Kalbar Aman, Damai dan Maju”.
Kegiatan ini dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial dan Sumber Daya Manusia (SDM), **Sefpri Kurniadi**, perwakilan organisasi kepemudaan (OKP), tokoh masyarakat, tokoh adat, serta unsur pemerintah daerah dari berbagai wilayah di Kalimantan Barat.Dalam sambutannya, Sefpri Kurniadi mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Mubes ini. Ia berharap DPLE mampu melahirkan program kerja yang memberikan kontribusi nyata serta memperkuat peran pemuda dalam menjaga stabilitas dan mendukung percepatan pembangunan daerah.
Sebagai ketua terpilih, Hery Syamsuri menegaskan komitmennya untuk membawa DPLE menjadi wadah yang lebih inklusif dan progresif. Ia menyatakan bahwa langkah awal kepengurusannya adalah memperkuat internal melalui pembentukan struktur yang solid dan proses pelantikan.
“Fokus kami ke depan adalah program yang menyentuh langsung masyarakat. Kami akan memprioritaskan kegiatan sosial, olahraga, dan kesenian sebagai medium untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antar-pemuda lintas etnis di Kalimantan Barat,” ujar Hery Syamsuri.
Hery juga menggarisbawahi pentingnya perluasan keanggotaan. Dalam periode ini, DPLE berencana merangkul kelompok etnis yang sebelumnya belum bergabung, termasuk kelompok masyarakat dari Maluku dan Sumba, guna memastikan keberagaman Kalimantan Barat terwakili secara utuh dalam organisasi.
Selain fokus pada konsolidasi internal, Hery Syamsuri juga membawa suara kritis mengenai isu-isu kedaerahan. Ia secara tegas menyatakan dukungan DPLE terhadap percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat.
“Kami meminta agar RUU Masyarakat Adat segera disahkan demi perlindungan dan pemenuhan hak-hak masyarakat adat. Kami berharap prosesnya murni untuk kepentingan masyarakat, bebas dari intervensi kelompok tertentu atau unsur politik tertentu,” tegasnya.
Melalui kepemimpinan yang baru, DPLE Kalbar berkomitmen untuk membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan pemerintah maupun pihak swasta. Dengan semangat persaudaraan, organisasi ini bertekad menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Kalimantan Barat sebagai fondasi utama menuju kemajuan daerah.
Dewan Pemuda Lintas Etnis Kalimantan Barat adalah organisasi kepemudaan yang menjadi wadah representasi berbagai etnis di Kalimantan Barat. Organisasi ini berfokus pada penguatan persatuan, pelestarian budaya, dan partisipasi aktif pemuda dalam pembangunan daerah yang harmonis.








