KUBU RAYA, IO — Dalam upaya meningkatkan peran pengawasan partisipatif, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kubu Raya terus berkomitmen memperkuat pemahaman politik generasi muda melalui pendidikan politik kepada pemilih pemula.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran Ketua Bawaslu Kabupaten Kubu Raya, Encep Endan, sebagai narasumber pada kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik bertajuk “Membangun Generasi Muda Cerdas Politik, Kritis, dan Berintegritas di Era Digital 2026” yang dilaksanakan pada Kamis (7/5/2026).
Kegiatan yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kubu Raya tersebut berlangsung di SMA Taman Mulia Sungai Raya dan diikuti para siswa sebagai pemilih pemula.
Dalam kesempatan itu, Encep Endan menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi, terutama di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi digital yang semakin cepat.
“Generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah demokrasi ke depan. Oleh karena itu, para pelajar harus memiliki pemahaman politik yang baik, berintegritas, dan bijak dalam menggunakan media sosial,” ujar Encep Endan saat menyampaikan materi.
Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi hoaks maupun ujaran provokatif yang banyak beredar di media sosial menjelang momentum politik.
“Anak muda saat ini harus mampu menjadi pemilih yang cerdas dan kritis. Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum tentu benar. Cek dan pastikan sumber informasi sebelum menyebarkannya,” katanya.
Menurutnya, pendidikan politik sejak dini sangat penting untuk membangun kesadaran demokrasi serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan pemilu.
“Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri dalam mengawasi jalannya demokrasi. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk pelajar dan generasi muda, agar tercipta pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas,” tambahnya.
Selain itu, Encep berharap kegiatan sosialisasi tersebut dapat menjadi ruang edukasi bagi para siswa agar lebih memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, khususnya dalam menghadapi pesta demokrasi di masa mendatang.
“Kami berharap para pelajar tidak hanya menjadi pemilih saat pemilu berlangsung, tetapi juga menjadi generasi yang peduli terhadap demokrasi dan aktif dalam mengawasi jalannya proses demokrasi di lingkungan masing-masing,” tutupnya.








