Garut, idisionlin.com – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut, Asep Mulyana yang belum lama dilantik duduki jabatan itu.
Kini tengah didera isu yang cukup panas atas keterlibatan dirinya jadi bagian tim pembebasan lahan (Makelar-Red) untuk pembangunan pabrik di kawasan Kecamatan Leles.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya, Asep Mulyana yang akrab disapa Asmul, menampik tudingan tersebut.
“Saya tidak pernah ikut campur apalagi terlibat dalam proses pembebasan lahan pabrik di Leles. Jika ada yang menuding, saya kira itu orang yang sentimen saja” elaknya.
Pernyataan yang dilontarkan Asmul itu, ternyata berbanding terbalik dengan data. Tertulis dalam surat pembentukan tim pembebasan lahan yang ditandatangani bersama. Tercantum 9 orang diantaranya adalah Asmul yang kala itu masih menjabat sebagai Lurah Pakuon.
Dalam surat kesepakatan tersebut tercantum sejumlah poin yang menjadi klausul. Bahkan Asmul secara pribadi diberi hak komisi 4% dari keuntungan.
Alih alih sebatas bisnis yang tak langgar aturan kapasitas sebagai ASN. Asmul kembali lontarkan pembelajaran saat berhasil diwawancarai dikediamannya pekan lalu, Rabu (18/03/2026).
“Memang saya dilibatkan dalam tim pembebasan, itukan bisnis tidak ada larangan meski saya sebagai ASN. Saat itu saya Lurah Pakuon, keterlibatan saya dalam hal itu, karena saya orang Leles” tukasnya.
Alasan serta pengakuan Asmul sebagai seorang Aparat Sipil Negara (ASN) yang merasa tak langgar aturan atas keterlibatannya jadi makelar dinilai patut dikaji.
Perbincangan awak media dengan Asmul berlanjut kemudian, melalui percakapan WhatsApp.
Asmul mengaku tidak pernah menerima panggilan dari kepolisian, kendati persoalan pembebasan dan transaksi lahan untuk pabrik Inova seluas ±30 Hektare. Dikabarkan persoalannya kini tengah ditangani tim Penyidik Mapolda Jabar.
Diakhir percakapan melalui pesan WhatsAppnya Asmul berjanji akan mengundang awak media untuk bertemu kembali.
“Karena saat ini waktunya mepet, nanti saja habis lebaran saya telepon akan untuk ketemu sekalian dengan orang orang yang terlibat dalam persoalan itu” pungkas Dia.
***Her
Diduga Raup Untung jadi Makelar Lahan Pabrik di Leles, Kadispora Garut Bantah Langgar Aturan






