Berita

Pegiat Anti Korupsi Akan Laporkan Direktur dan Jajaran PT Wijaya Karya (Persero) ke KPK, Diduga Abaikan Temuan BPK

×

Pegiat Anti Korupsi Akan Laporkan Direktur dan Jajaran PT Wijaya Karya (Persero) ke KPK, Diduga Abaikan Temuan BPK

Sebarkan artikel ini

MEDAN, idisionline.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Jakarta diduga tidak mau menindaklanjuti atau masih mengabaikan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tahun Anggaran 2024 atas sejumlah kegiatan yang terendus menimbulkan banyak kerugian negara.

Pasalnya, pihak PT Wijaya Karya melalui humas dan Sekretariat Corporate tidak kooperatif dalam memberikan keterangan kepada pegiat sosial kontrol dan wartawan terkait tindaklanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Nomor 31/LHP/XX/5/2025 tertanggal 21 Mei 2025 yang menjadi acuan sejumlah temuan kegiatan tersebut.

@IdisiaOnline
Gulir untuk membaca

Dalam temuan tersebut, PT Wijaya Karya yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bergerak di bidang konstruksi, rekayasa, pengadaan (EPC) dan investasi, diketahui terdapat beberapa teman yang menjadi objek pemeriksaan BPK RI berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP), antara lain:

  1. Pekerjaan dalam proses konstruksi senilai Rp1.948.855.558.863,00 dan Biaya Akan Dibayar sebesar Rp174.682.299.852,00 yang dinilai tidak sesuai dengan kebijakan akuntansi yang berlaku.
  2. PT Wijaya Karya Industri Konstruksi (anak usaha PT Wijaya Karya) menyajikan laporan keuangan tahun 2023 yang tidak sesuai dengan kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya dan Tak Bisa Dipertanggungjawabkan
  3. Investasi PT Wijaya Karya Realestate pada PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi berupa pembelian tanah di kawasan Rorotan mengalami kegagalan dan menimbulkan kerugian perusahaan sebesar Rp1.137.032.095.726,00.
  4. Penyertaan modal PT Wijaya Karya pada PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia untuk investasi Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dilakukan tanpa kajian mitigasi risiko yang memadai, sehingga menimbulkan kerugian perusahaan sebesar Rp2.276.228.305.000,00.
  5. Investasi PT Wijaya Karya pada sejumlah usaha patungan yang merugikan perusahaan sebesar Rp228.826.858.267,00.
  6. Penyelesaian piutang dari Proyek Pembangunan Gedung Suncity senilai Rp39.959.490.255,00 yang tidak memiliki kejelasan, sehingga mengakibatkan kerugian perusahaan sebesar Rp21.776.395.383,00.
Info Lainnya  Bupati Karawang: "Makan Bergizi Gratis Bukan Sekadar Bisnis, Tapi Kehadiran Negara"

Selain itu, juga diketahui bahwa sepanjang tahun 2022 hingga Semester I Tahun 2024, PT Wijaya Karya beserta anak perusahaannya terlibat dalam sejumlah perkara hukum yang semuanya mengakibatkan kerugian bagi perusahaan maupun keuangan negara, di antaranya:

  1. Permasalahan hukum antara PT Wijaya Karya Realestate dan PT Bintang Ekspres Sarana terkait Perjanjian Pengikatan Jual Beli tanah seluas 36 hektar senilai Rp3.036.000.000 di wilayah Rorotan, Jakarta Utara.

Dalam kasus ini, Putusan Banding Mahkamah Agung mengabulkan permohonan PT Bintang Ekspres Sarana dan membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur Nomor 583/Pdt.Sus-Arb/2023/PN Jkt. Tim tertanggal 1 Desember 2023.

  1. Tuntutan dari PT Chevron Pasifik Indonesia terkait perjanjian kerja sama antara PT nInwha Indonesia dan PT Wijaya Karya. Hal ini berkaitan dengan pembayaran atas pekerjaan yang telah diselesaikan oleh PT Wijaya Karya pada Proyek Pengembangan Wilayah Duri Utara 13, meliputi pekerjaan pembersihan lahan, penentuan ketinggian akhir tanah, pembangunan saluran irigasi tersier, penyusunan laporan kelayakan teknis, pembangunan gorong-gorong kotak, pemasangan tiang listrik, pemasangan sambungan uap, serta perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan, dengan total nilai kontrak sebesar USD1.345.637.

Anehnya, walupun sudah dikunjungi langsung ke kantor yang berada di Wika Tower 1 dan 2, Jalan D.I Panjaitan Kaveling 9-10, Jakarta, bahkan hingga ditunggu satu jam lamanya, tidak ada seorangpun pihak Sekretariat PT Wijaya Karya yang ingin bertemu Ratama dan Riduan walau permohonan pertemuan sudah disampaikan kepada Satpam (Security) yang piket di lantai 2 gedung Wika Tower tersebut.

Dengan berdalih belum adanya jadwal pertemuan yang disepakati sebelumnya, pihak PT Wijaya Karya tidak bersedia bertemu untuk memberikan penjelasan kepada sosial kontrol dan awak media.

Bahkan pihak perusahaan meminta awak media untuk mengirimkan surat resmi atau meninggalkan nomor kontak agar bisa dihubungi kembali oleh pihak Sekretariat Corporate perusahaan tersebut.

Info Lainnya  KDM Hadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung Peringati HJKB Ke215 Tahun 2025

“Tim Humas maupun Sekretariat Corporate sedang rapat di luar kantor. Sebaiknya bapak tinggalkan saja surat atau nomor kontaknya di sini. Itu pesan dari Bapak Ulzi Muharam selaku Kepala Unit Humas PT Wijaya Karya,” ujar petugas keamanan wanita yang bertugas saat itu.

“Perbuatan yang dilakukan pihak PT Wijaya Karya dinilai sudah tidak sejalan dengan Undang Undang RI No 18 Tahun 2014 tentang Keterbukaan Informasi Publik, pihak perusahaan diduga sengaja menutupi tindaklanjut temuan BPK tersebut,” ungkap pegiat anti korupsi, Ratama Saragih didampingi Ridwan Siahaan kepada sejumlah wartawan di seputar Jalan Jamin Ginting Kota Medan, Jumat (08/05/2026).

“Atas sejumlah temuan BPK ini, kami akan segera melaporkan Direktur dan jajaran Direksi PT.Wijaya Karya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagaimana di atur dalam Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang No. 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tegas Ratama Saragih. (*)

Penulis/ Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 710000011

article 710000012

article 710000013

article 710000014

article 710000015

article 710000016

article 710000017

article 710000018

article 710000019

article 710000020

article 710000021

article 710000022

article 710000023

article 710000024

article 710000025

article 710000026

article 710000027

article 710000028

article 710000029

article 710000030

article 710000031

article 710000032

article 710000033

article 710000034

article 710000035

article 710000036

article 710000037

article 710000038

article 710000039

article 710000040

article 710000041

article 710000042

article 710000043

article 710000044

article 710000045

article 710000046

article 710000047

article 710000048

article 710000049

article 710000050

article 710000051

article 710000052

article 710000053

article 710000054

article 710000055

article 710000056

article 710000057

article 710000058

article 710000059

article 710000060

kasus 898100001

kasus 898100002

kasus 898100003

kasus 898100004

kasus 898100005

kasus 898100006

kasus 898100007

kasus 898100008

kasus 898100009

kasus 898100010

kasus 898100011

kasus 898100012

kasus 898100013

kasus 898100014

kasus 898100015

kasus 898100016

kasus 898100017

kasus 898100018

kasus 898100019

kasus 898100020

kasus 898100021

kasus 898100022

kasus 898100023

kasus 898100024

kasus 898100025

kasus 898100026

kasus 898100027

kasus 898100028

kasus 898100029

kasus 898100030

kasus 898100031

kasus 898100032

kasus 898100033

kasus 898100034

kasus 898100035

kasus 898100036

kasus 898100037

kasus 898100038

kasus 898100039

kasus 898100040

cuaca 898100001

cuaca 898100002

cuaca 898100003

cuaca 898100004

cuaca 898100005

cuaca 898100006

cuaca 898100007

cuaca 898100008

cuaca 898100009

cuaca 898100010

cuaca 898100011

cuaca 898100012

cuaca 898100013

cuaca 898100014

cuaca 898100015

cuaca 898100016

cuaca 898100017

cuaca 898100018

cuaca 898100019

cuaca 898100020

cuaca 898100021

cuaca 898100022

cuaca 898100023

cuaca 898100024

cuaca 898100025

cuaca 898100026

cuaca 898100027

cuaca 898100028

cuaca 898100029

cuaca 898100030

cuaca 898100031

cuaca 898100032

cuaca 898100033

cuaca 898100034

cuaca 898100035

cuaca 898100036

cuaca 898100037

cuaca 898100038

cuaca 898100039

cuaca 898100040

article 868000011

article 868000012

article 868000013

article 868000014

article 868000015

article 868000016

article 868000017

article 868000018

article 868000019

article 868000020

article 868100021

article 868100022

article 868100023

article 868100024

article 868100025

article 868100026

article 868100027

article 868100028

article 868100029

article 868100030

article 868100031

article 868100032

article 868100033

article 868100034

article 868100035

article 868100036

article 868100037

article 868100038

article 868100039

article 868100040

article 868100041

article 868100042

article 868100043

article 868100044

article 868100045

article 868100046

article 868100047

article 868100048

article 868100049

article 868100050

article 868100051

article 868100052

article 868100053

article 868100054

article 868100055

article 868100056

article 868100057

article 868100058

article 868100059

article 868100060

article 878000011

article 878000012

article 878000013

article 878000014

article 878000015

article 878000016

article 878000017

article 878000018

article 878000019

article 878000020

article 878800021

article 878800022

article 878800023

article 878800024

article 878800025

article 878800026

article 878800027

article 878800028

article 878800029

article 878800030

article 878800031

article 878800032

article 878800033

article 878800034

article 878800035

article 878800036

article 878800037

article 878800038

article 878800039

article 878800040

article 888000031

article 888000032

article 888000033

article 888000034

article 888000035

article 888000036

article 888000037

article 888000038

article 888000039

article 888000040

article 888000041

article 888000042

article 888000043

article 888000044

article 888000045

article 888000046

article 888000047

article 888000048

article 888000049

article 888000050

article 888000051

article 888000052

article 888000053

article 888000054

article 888000055

article 888000056

article 888000057

article 888000058

article 888000059

article 888000060

article 888000061

article 888000062

article 888000063

article 888000064

article 888000065

article 888000066

article 888000067

article 888000068

article 888000069

article 888000070

article 328000601

article 328000602

article 328000603

article 328000604

article 328000605

article 328000606

article 328000607

article 328000608

article 328000609

article 328000610

article 328000611

article 328000612

article 328000613

article 328000614

article 328000615

article 328000616

article 328000617

article 328000618

article 328000619

article 328000620

article 328000621

article 328000622

article 328000623

article 328000624

article 328000625

article 328000626

article 328000627

article 328000628

article 328000629

article 328000630

article 328000631

article 328000632

article 328000633

article 328000634

article 328000635

article 328000636

article 328000637

article 328000638

article 328000639

article 328000640

article 328000641

article 328000642

article 328000643

article 328000644

article 328000645

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 999990001

article 999990002

article 999990003

article 999990004

article 999990005

article 999990006

article 999990007

article 999990008

article 999990009

article 999990010

article 999990011

article 999990012

article 999990013

article 999990014

article 999990015

article 999990016

article 999990017

article 999990018

article 999990019

article 999990020

news-1701