Kota Bandung, Idisi Online – Momentum Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, untuk mengingatkan pentingnya kepedulian sosial di tengah masih adanya ketimpangan ekonomi di Kota Bandung.
Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan sebelum pelaksanaan Salat Idulfitri di Plaza Balai Kota Bandung, Sabtu, 21 Maret 2026.
Dalam suasana khidmat, Farhan mengajak masyarakat untuk tidak hanya merayakan kemenangan setelah Ramadan, tetapi juga merefleksikan kondisi sosial di sekitar.

Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat sekitar 100 ribu warga Kota Bandung yang hidup dalam kondisi miskin dan miskin ekstrem.
Kondisi tersebut, kata dia, menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
“Saya melihat langsung kondisi warga yang sangat memprihatinkan. Tidak cukup hanya dengan bantuan, tetapi mereka membutuhkan kesempatan untuk hidup lebih baik,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, sekitar 7,4 persen angkatan kerja produktif di Kota Bandung masih belum mendapatkan pekerjaan.
Tingkat ketimpangan ekonomi yang tercermin dari gini rasio mencapai angka 0,42, lebih tinggi dari rata-rata nasional.
Farhan menilai, persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, termasuk masyarakat.
Dalam konteks tersebut, ia menekankan pentingnya peran zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen pemerataan ekonomi.
“Zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga solusi sosial agar kekayaan tidak hanya berputar di kelompok tertentu,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai titik awal memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial, sehingga kesejahteraan dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh warga Kota Bandung.
Di akhir sambutannya Farhan mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, mohon maaf lahir dan batin dirinya beserta keluarga dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Bandung.
Sumber Humas Pemkot Bandung
Rep. Iwan Mulyana







