Idisi Online – Jumat (20/2/2026). Ketua Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono baru-baru ini melakukan Lelang berupa Lukisan dan Lukisan itu laku mencapai nilai yang sangat fantastis yaitu sebesar 6,5 Miliar Rupiah.
Lukisan yang bertemakan Kuda Berlari Kencang yang tersambar Api. Pengemasan konstruksi SBY saat di tayang di sebuah akun Media Sosial IG mengenakan Baret berwarna Merah Ati yang didampingi seorang Perempuan, seperti hasil cuplikan berikut di bawah ini.

Ini adalah bukti Tayangan usai saya melakukan pelaporan kepada Akun IG Fraksi Demokrat DPR RI terkait keberadaan Anak Tiri saya yang bekerja sebagai Protokol di Gedung MPR RI.
Dan Kamis Malam Kamis (19/2/2026) sebelum tayangan IG terbit, saya mendengan suara ghost Gundam SBY masuk kamar saya, dan bergumam “BAIK KITA KUMPULKAN”.
Baru-baru ini saya berteman dengan seorang wanita janda cantik bernama Ana dan memiliki anak perempuan dua, yang paling besar anaknya perempuan sudah berkeluarga dan yang satunya lagi belum berkeluarga tetapi bekerja pada sebuah minimarket.
Ana adalah seseorang yang ditugaskan untuk mengurus Rumah Mantan Dirut Bank Indonesia (H. Burhanudin) yang beralamat di Jl Raya Pangalengan Cikalong Kecamatan Cimaung.
Hubungan kami tidak lama cuma Dua Minggu, tiba-tiba Ana mutusin saya, gara gara saya menolaknya datang ke Rumah, karena dia mengaku pulang bersama temannya dan minum-minum, saya bilang jangan dulu kerumah takutnya tidak kontrol.
Baca Juga : Justru Dirogoh Kasusnya Terbongkar Makan Buah Simalakama Hak Pemilik Surat Sakti Presiden
Saya pikir kondisi 6,5 Miliar Rupiah terbongkar, karena beberapa waktu lalu saya pernah mendapat sinyal kalau Ketua Umum DPP Partai Demokrat, bapak Agus Harimurti Yudhoyono sempat memberi sinyal langsung secara daring ke saya, bahwa 6,5 Miliar Rupiah ada di Anak Tiri saya (MSr), yang telah dicairkan bersama-sama KS (pensiunan POLRI, tetangga saya) yang dibantu juga sang Patwal.
AHY meminta saya untuk mengabaikan uang 2 Miliar Rupiah yang telah dicairkan oleh KS karena dari 6,5 Miliar Rupiah masih ada sisa di MSr. AHY pun menyuruh saya untuk segera menemui MSr tetapi saya terbentur oleh biaya tidak dapat pergi ke Jakarta untuk menemui MSr anak tiri saya.
Kondisi ini harus saya ungkap terus, karena nyata-nyata dibalik semua itu ada uang miliaran yang menjadi incaran, dipersekusi secara bersekongkol dan konspiratif, dimonitor, disadap secara daring langsung.
Penulis Iwan Mulyana







