Bandung, Jumat (20/2/2026) – Setiap saat pagi, siang, sore juga malam, hampir tidak ada jeda waktu selama 24 jam, ini suara halusinasi yang muncul kepermukaan sebetulnya dapat di dengar oleh publik tidak hanya di dengar oleh saya, namun publik tidak mengabaikannya, karena suara suara halusinasi itu muncul di udara di atas permukaan bumi, dan tidak dapat dideteksi dari mana asalnya suara halusinasi yang ghoib dan kasar mata.
Dari hasil penganalisaan saya, justru itu sudah dapat dipastikan kalau suara itu sesungguhnya adalah suara gundam seseorang dan pikiran imajinatif seseorang yang terbaca atau muncul suaranya secara otomatis melalui gelombang elektromagnetik di udara.
Yang menjadi heran, dan terdeteksi justru mengkrucut kepada aktivitas kehidupan saya, sementara dari hasil yang saya perhatikan, dan saya identifikasi sampai kepada mengkrucut terterpanya tubuh oleh aura metafisik.
Bagaimana kondisi ini dapat saya buat sebuah keterangan secara faktual, jika itu semuanya dalam kondisi metafisik yang tidak dapat ditelusuri objek asalnya atau objek yang memunculkan suara halusinasi atau Gundam yang dapat didengar itu, okelah saya misalkan ketika membuat tulisan, seiring saya membaca tulisan saya, seiring itu pula suara gundam hati saya yang sedang membaca tulisan saya dapat didengar di udara oleh orang lain.
Berarti kenyataannya orang lain atau publik dapat mendengarkan Gundam isi hati saya, sebaliknya orang lain Gundam ngomong dalam hatinya pun sama terdengar oleh saya, karena suara itu muncul di udara di atas permukaan bumi.
Artinya lagi bahwa ruang hampa udara di atas permukaan bumi adalah ruang terbuka untuk umum, bukan lagi rahasiah itu namanya, jika Gundam seseorang dan pikiran seseorang yang suaranya muncul di atas permukaan bumi dapat didengar oleh publik.
Saya pikir, orang yang dapat berkomunikasi dan suka berkomunikasi melalui Gundam suara hati (orang Sunda bilang di Rogoh) biasanya orang itu sangat berprivasi atau tidak mau dia disadap atau dideteksi secara nyata.
Tetapi justru salah menurut saya, karena suara hati mereka justru dapat didengarkan oleh publik karena suaranya muncul di Udara dan dapat didengar orang lain dimana mana diseluruh dunia.
Bodoh orang itu, yang suka main hati, nyata nyata kasusnya terbongkar gara gara bermain hati.
Seperti halnya kasus KS (mantan Polri tetangga saya) dan MSr (mantan anak tiri saya), dan Sang Patwal (belum diketahui nama dan pangkatnya, hanya di udara pernah bilang “Do Death, Irjen, Buset”) mereka pemain hati, sampai malam ini pun masih muncul ke atas permukaan bumi.
Apalagi saya terus terusan yang menjadi sasaran empuknya untuk dibuli dan dirampas semua apa yang seharusnya saya miliki.
Saya dimonitor semenjak anak anak, sampai sekarang pun masih di monitor makanya data saya dari kecil sampai sekarang ada.
Keadaan saya terus dijadikan ajang pemanfaatan oleh aparat yang mereka itu sesungguhnya sudah digaji oleh negara, lha saya orang yang dari kecil dijadikan objek teleskop yang terus dimonitor tidak pernah mendapatkan sesuatu pun dari negara malah saya yang di udara terdengar suara suara Aparat itu mengatakan punya surat sakti dari Presiden sampai hari ini belum saya dapatkan.
Malah surat sakti itu disembunyikan, heran, artinya tidak mungkin surat sakti itu tidak berharga dan didalamnya ada bantuan keuangan yang seharusnya saya ambil malah bulan bulanan menjadi milik aparat yang aparat itu sudah mendapatkan gaji dari negara.
Makanya kondisi ini saya laporkan ke Fraksi Demokrat di DPR RI, supaya apa yang seharusnya saya miliki dapat saya ambil.
Tapi apa kenyataannya di daerah, masih banyak oknum yang memanfaatkan hidup saya, seharusnya saya mendapatkan kebahagiaan bukan kesusahan terus dan incaran oknum aparat memperkaya dirinya dari kondisi diri saya.
Saya harap kasus ini dapat segera terbongkar dan oknum yang menyimpan surat berharga milik saya dapat terbongkar dan diadili seadil adilnya. Karena ini menyangkut uang yang lumayan besar bukan ratusan juta tetapi mencapai miliaran rupiah.
Karena saya juga butuh biaya untuk hidup, sementara saya dibuai dari jarak jauh dan terus dihasut dengan kasus kasus ringan yang diperberat oleh oknum aparat untuk mendapatkan haknya diri saya.
Dalam KUHPidana pun kasus yang lebih 6 bulan sudah tidak dapat diproses tapi kasus kasusnya sendiri sampai malam ini terus terusan Ngintai dan mengganggu hidup saya, malah dibiarkan.
Penulis Iwan Mulyana







