KARAWANG, Idisi Online – Di tengah pesatnya pembangunan yang menggerus lahan pertanian perkotaan, sebuah inovasi hijau muncul secara tak terduga dari atap beton sebuah madrasah di Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur.
Di atas hamparan semen yang keras dan terpapar matahari, ratusan pucuk daun cabai justru tumbuh subur, menciptakan oase produktif yang inspiratif.
Adalah Sumarna, seorang kader Partai Gerindra Kabupaten Karawang, sosok di balik terciptanya “Kebun Langit” tersebut
Dengan kreativitasnya, ia membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional.
Bagi Sumarna, inisiatif ini bukan sekadar menyalurkan hobi berkebun, melainkan sebuah aksi nyata dalam mengawal program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Sebagai warga negara dan kader partai, saya merasa wajib mendukung penuh program pemerintah pusat, khususnya dalam ketahanan pangan. Ini aksi nyata, bukan sekadar wacana,” tegas Sumarna saat meninjau lokasi, Selasa (17/2/2026).
Saat ini, sekitar 500 pohon cabai rawit telah tertata rapi menggunakan media polibag. Namun, sisi menarik dari proyek ini bukan hanya lokasinya yang ekstrem di atas gedung, melainkan model pengelolaannya yang menyentuh aspek sosial-keagamaan.
Sumarna menggandeng pengurus masjid setempat untuk mengelola kebun ini secara komunal. Proyek ini mengusung misi infaq ekonomi, di mana sebagian hasil penjualannya akan dialokasikan langsung untuk kas masjid.
“Kami sudah berkoordinasi dan melibatkan pengurus masjid. Jadi, ketika nanti ada nilai ekonomi yang dihasilkan, hasilnya akan kita bagi dengan masjid melalui skema 60-40. Prinsipnya, dari umat kembali ke umat,” jelasnya.
Hasil panen dari Kebun Langit ini telah memiliki alur distribusi yang strategis.
Sumarna memproyeksikan pasokan cabai rawit berkualitas ini nantinya akan dialokasikan untuk menyuplai kebutuhan bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kelurahan Plawad dan sekitarnya.
Langkah ini diharapkan dapat membantu ketersediaan bumbu dapur segar bagi dapur-dapur MBG lokal, sekaligus memastikan program unggulan pemerintah tersebut mendapat pasokan dari sumber yang terjamin kualitasnya.
Selain menyuplai kebutuhan program pemerintah dan pasar, Sumarna tidak menampik bahwa keberhasilan kebun ini juga diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi bagi pengelolanya sendiri.
“Semoga tanaman-tanaman ini tumbuh subur dan buahnya melimpah. Harapannya, bisa membantu banyak orang melalui suplai ke dapur MBG, membantu kas masjid, dan tentu saja memberikan nilai ekonomi bagi kami yang mengelola,” tutup Sumarna dengan nada optimis.
Inisiatif di Kelurahan Plawad ini diharapkan menjadi pemicu bagi warga perkotaan lainnya di Karawang untuk memanfaatkan setiap jengkal ruang termasuk atap bangunan demi mewujudkan kemandirian pangan dari lingkungan terkecil.
Siasat “Kebun Langit” di Plawad, Dak Beton Madrasah Disulap Jadi Lumbung Cabai Produktif








