Berita

DPP Aspek dan Awak Media , Datangi kantor Satpol PP Tebing Tinggi:Beredarnya surat Penertiban PKL.

×

DPP Aspek dan Awak Media , Datangi kantor Satpol PP Tebing Tinggi:Beredarnya surat Penertiban PKL.

Sebarkan artikel ini

TebingTinggi,idisionline.com -Beredar nya surat teguran /surat penertiban pedagang kaki lima,dari pihak Satuan Polisi Pamong Praja  (SATPOL-PP) Kota Tebing Tinggi ,Provinsi Sumatera Utara , beberapa hari yang lalu  membuat para pedagang kaki lima menjadi dilema,ada pun isi surat  tersebut berbunyi ;

“Saya tidak akan berjualan lagi ataupun berdagang di sepanjang Jl. Sutomo Kota Tebing Tinggi (ditempat fasilitas umum badan jalan dan trotoar) dan Apabila saya berjualan saat kegiatan operasi rutin pedagang maka dengan ini saya bersedia dagangan saya ditahan dan tidak dikembalikan lagi oleh pihak Satuan Polis Pamong Praja Kota Tebing Tinggi Provinsi Sumatera Utara dan tidak menuntut pihak Satuan Polisi Pamong Praja karena sudah di ingatkan”.

@IdisiaOnline
Gulir untuk membaca

Pendiri  DPP Asosiasi Pedagang keliling  Ridwan tanjung  yang mewakili dari pihak pedagang kaki lima dan Komnas WI, dipimpin oleh Misron Tanjung, bersama sejumlah awak media lainnya , mendatangi Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tebingtinggi, yang berada di jalan imam bonjol, kecamatan padang hilir, kota Tebing Tinggi.

Senin, (13/1/25). 

Adapun kedatangan mereka bertujuan untuk meminta klarifikasi terkait isi surat yang beredar adanya penggusuran ataupun penertiban pedagang kaki lima di sekitar Lapangan  Merdeka.

Ridwan Tanjung, yang akrab di panggil  mak anjang selaku Pendiri  DPP Asosiasi Pedagang Keliling meminta kepada pihak pihak terkait agar selalu memperhatikan tempat atau pun lokasi berjualan yang diperbolehkan oleh pihak pihak terkait,agar tidak ada lagi penggusuran dan  juga dapat melindungi para pedagang kecil dari pungutan liar yang dapat merugikan pedagang kaki lima saat ini ,ucapnya. 

Lebih lanjut Ridwan juga meminta kepada pihak pihak terkait, kami selaku perwakilan dari PKL  siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk mencari solusi yang saling menguntung di antara dua pihak, (pedagang dan pemerintah). 

Info Lainnya  Danramil 1213/Cigalontang Hadiri Launching Desa Wisata Curug Ciparay, Cidugaleun-Parentas

Radja,Kabid Satpol PP Radja menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya sekadar melakukan penertiban, tetapi juga ingin mencari solusi terbaik bagi para pedagang. la menekankan pentingnya pembinaan agar para pedagang dapat berjualan secara tertib tanpa melanggar aturan yang berlaku, ucapnya. 

Lanjut Radja,hal ini menjadi perhatian serius, adanya pengutipan liar terhadap pedagang di sekitar Lapangan Merdeka ,yang sangat merugikan pedagang kecil, berdasarkan regulasi yang ada, tidak mendapatkan  setoran resmi dari pedagang kaki lima masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tebingtinggi. 

“Satpol PP Akan Selidiki Dugaan adanya Pungutan Liar” tegasnya. 

Radja memastikan bahwa Satpol PP akan menyelidiki lebih lanjut dugaan adanya oknum yang melakukan pengutipan liar terhadap pedagang kaki lima, dalam menangapi keluhan awak media. 

Dan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna mencari solusi terbaik agar tidak terjadi kesalah pahaman antara pemerintah dan para pedagang . 

Kedatangan awak media dan rombongan, di sambut langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Satpol PP, Radja, beserta jajaran anggota Satpol PP di ruang mediasi, dengan  berdiskusi mengenai langkah-langkah yang dapat diambil untuk penyelesaiannya,di dalam pertemuan  tersebut berlangsung dengan kondusif. 

Di tempat yang berbeda awak media idisionline. Com meminta tanggapan kepada salah satu masyarakat pengguna jalan yang tidak mau di sebut namanya, terkait pengusuran pedagang kaki lima, …bang ijin kalau boleh usul para pedagang kaki lima ini buka jualannya memakai waktu , mulai lepas anak sekolah  saja antara 

Pukul  14 / 15.00 wib agar tidak ada terbenturan pada jam waktu pulang sekolah karena dapat menimbulkan kemacetan arus lalu lintas bang, jika terlalu cepat buka dagangan nya bang terkadang jam 12 siang itu dah mulai rame pedagang buka,mana orang- orang  kerja kantor  keluar jam makan siang dimana anak sekolah pulang di mana beca ,mobil ,sepeda motor  bang jadi ribet bang arus lalu lintasnya , kami penguna jalan juga berhak juga kan bang untuk berlalu lintas dengan nyaman tidak ada kemacetan . 

Info Lainnya  BEM Nusantara: Kartel Haji Harus Dihentikan, Dukung Langkah Tegas Kementrian Haji Sukseskan Haji 2026

Saya bang berharap kepada intasi-intasi  terkait agar dapat menyelesaikan permasalahan ini secepat nya,kita pun  tetap nyaman ketika berlalu lintas dan indah di pandang mata ,tidak seneraut tata kotanya. 

EndraSyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *