Garut, idisionline.com – Progam ketahanan pangan (Ketapang) yang dikelola Badan usaha Milik Desa Lewo baru, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut saat ini dinilai mulai nampak semerawutnya.
Pergantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa yang belum lama ini di jabat, Nova Wilian saat berhasil diwawacara mengaku masih lakukan pembenahan internal.

“Mengenai kucuran anggaran yang disalurkan melalui bumdes untuk program Ketapang, saya belum mempelajari secara rinci nilainya, untuk kegiatanya usaha ternak ayam petelor dan budi daya ikan. Saya baru beberapa bulan menjabat, masih lakukan, pembenahan internal” ujar Nova.
Ia menambahkan Direktur Bumdes juga saat itu tengah ada kegiatan, jadi tidak bisa memberi keterangan.
“Direktur bumdes juga saat ini sedang mengajar di Sekolah dibilangan ciawi. Jadi mohon maaf tidak bisa memberi penjelasan. Jika mau ke lokasi usaha silahkan”imbuhnya.

Dilokasi kegiatan Kandang ayam, pengurusnya tidak bisa ditemui. Hanya nampak sekitaran 300 ekor ayam petelor.
Namun, yang lebih mengherankan pantauan awak media dilokasi budidaya ikan. Pengelolaan usaha dilakukan oleh seorang pendamping Desa itu bernama Iin.
Berhasil terkonfirmasi dikediamannya, Iin tidak menampik dirinya sebagai Pendamping dan menjelaskan kucuran modal yang diterima dari Bumdes.
“Kucuran modal usaha budidaya ikan yang saya terima 22 juta rupiah, dari total 77 juta untuk usaha itu. Kalau tidak salah keseluruhan penyertaan modal kurang dari 200 juta dan saya juga selaku pendamping Desa Lewo baru”, ujar Iin.
Sejauh ini belum diketahui nilai pasti penyertaan modal Bumdes Lewo baru. Sementara dalam tata kelola, menurut warga setempat yang berhasil diwancara menyebut amburadul.
“Ga tahu lah pengelolaan Bumdes dari dulu seperti itu gonta ganti pengurus. Ya modal nya juga abis wajar dibagi bagi” ucapnya mencibir.
Sejauh ini, hingga berita dipublikasi upaya konfirmasi terus berlanjut untuk mendapat keterangan resmi dari pihak terkait.
***Her













