Garut, idisionline.com – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Limbangan Tengah, Kecamatan Limbangan Kabupaten Garut, tumbuh kembangnya hingga saat ini masih cendrung lamban bahkan terkesan stagnan.
Kendati dalam kucuran anggaran dari Dana Desa (DD) yang dialokasikan sebagai penyertaan modal Bumdes terbilang cukup lumayan besar mencapai lebih dari 250 juta.
Hal tersebut terungkap saat awak media melakukan wawancara langsung bersama Ketua BPD, Deden, Sekdes, Rizal dan Kepala Desa Limbangan Tengah, Gumilar. Dikantor Desa, Selasa (27/10/2026).
Menurut Rizal penyertaan modal Bumdes awalnya Rp 50 juta untuk usaha briket, namun gagal. Serta untuk program ketahanan pangan Rp 202 juta.
“Awalnya Bumdes Briket dengan modal 50 juta, namun gagal dan ganti kepengurusan. Ditahun 2025 program ketapang dikucurkan lagi suntikan modal lebih dari 200 juta untuk usaha lumbung pangan (sembako)” ujar Rizal.
Menimpali penjelasan Rizal, Ketua BPD, Deden memaparkan adanya pergantian pengurus dan perpindahan tempat usaha lumbung pangan.
“Memang modal Bumdes untuk program ketapang 2 kali pencairan. Pertama 122 juta masa pengurus lama dan berganti pengurus, tahap ke 2 kucuran modal 80 juta dengan kepindahan tempat usaha. Awalnya ngontrak dirandukurung, sekarang di samping kantor Desa”papar Deden.
Dari hasil wawancara diketahui dari hasil usaha Bumdes sejauh ini terungkap hanya bisa memberi PADes 1,4 juta.
Kondisi tersebut tidak ditampik Kades Gumilar yang baru menjabat baru beberapa Bulan di Desa Limbangan Tengah melalui Pemilihan Antar Waktu (PAW). Ia berharap ada pengembangan dari usaha Bumdes kedepan.
“Saya baru menjabat Kades baru di Bulan Juli tahun ini, masih dalam proses pembenahan. Saya berharap ada perbaikan disemua sektor termasuk tumbuh kembang bumdes kedepannya” ujar Kades.
Dilain tempat, lokasi yang disebut tempat lumbung pangan masih tertutup rapat. Malah menuai cibiran warga sekitar toko sembako bumdes yang disebut sudah lama tutup.
“Toko ini sudah lama tutup, memang itu dikelola oleh Bumdes yang kegiatan usahanya pun terkesan mati suri. Seharusnya bermanfaat bagi warga, malah saat ini ya begitu adanya” cibir warga yang enggan menyebut nama.
***Her
BUMDesa Limbangan Tengah Disebut Mati Suri, Kades Baru Masih Simpan Harapan













