Garut, idisionline.com – Program Ketahan Pangan (Ketapang) yang di Kelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Karangmulya Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut, kondisinya kini sangat memprihatinkan.
Dengan kucuran modal Bumdes di Tahun 2025 untuk program itu, tercatat Rp. 266.855.000,- yang bersumber dari Dana Desa (DD). Bumdes karangmulya yang diketahui sudah tak berpengurus itu menjalankan usaha program Ketapang, ternak ayam petelur.

Menurut keterangan yang disampaikan Sekdes Karangmulya, Cucu kepada Awak media diruangannya, Senin (26/10/2026). Keberadaan Bumdes sudah tidak adak pengurus.
“Pengurus Bumdes sudah pada mengundurkan diri, saat ini tinggal unit usaha ayam petelur yang langsung oleh pak Kades penanggungjawabnya. Usaha sebelumnya sudah gulung tikar” ucap Sekdes.
Lebih lanjut Sekdes mengatakan tempat unit usaha ayam petelur dan pengurus ternak.
“Tempat usahanya sewa dikandang yang ada dikampung Bangbayang. Jumlah Ayam ada sekitar 900 ekor, yang ngurus ternak namanya kang Aen” kata Dia.
Penelusuran awak media di lokasi Kandang didapati kondisi Ayam yang sudah tidak produktif. Sementara Aen selaku pengurus menerangkan hal tersebut.
“Awalnya Ayam ada 1000 ekor, sekarang paling sisa 200 ekor. Angka kematian tinggi dan sudah tidak bertelur, paling empat ekor yang bertelur tiap harinya. Saya juga bingung, ayam ini sudah afkir. Coba konfirmasi ke pak Kades pak” jelas Aen.
Kondisi memprihatinkan atas pengelolaan program Ketapang di Desa Karangmulya, usaha ternak ayam diprediksi akan mengalami hal serupa dengan usaha Bumdes sebelumnya yang gulung tikar alias bangkrut. Ditambah pengurus Bumdes yang bubar.
Sejauh ini hingga berita dipublikasi, belum didapat keterangan resmi terkait hal itu dari Kepala Desa Karangmulya dan pihak terkait lainnya.
***Her













