Garut, idisionline.com- Sungguh miris kejadian yang dialami sejumlah murid Madrasah Aliyah Al Inayah, Pakenjeng Garut, setelah diketahui datanya berpindah ke sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Hal tersebut teruangkap dan diterangkan Kepala MA Al Inayah, Ahmad Abdul Malik. Sekurangnya terdapat 48 Murid sekolah itu yang datanya mendadak hilang dan masuk dalam Dapodik sejumlah PKBM di wilayah Pakejeng.
Peristiwa tersebut sontak membuat resah para orang tua Murid yang anak nya terancam tak bisa mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Salah satu orang tua Murid, Asep Avo kepada awak media, Selasa (29/09/2026). Didampingi istrinya Asep menyebut kejadian itu diluar nalar, data anaknya berpindah ke PKBM.
“Bukan hanya anak saya kelas XII, namun puluhan murid lainnya data berpindah ke 3 lembaga PKBM. ini pencurian data melalui kejahatan sistim yang mengancam anak anak kami tak bisa ikut TKA” ungkapnya.
Ditandaskan Asep bahwa pihaknya akan menempuh upaya hukum jika memang tidak ada pertanggungjawaban.
“Kami akan tempuh upaya hukum, agar terbuka pelaku pembobolan data base murid. Kasian anak anak kami, bahkan sekarang sudah malas sekolah alasannya untuk apa kalau nanti gak bisa ikut ujian” tandasnya.
Sementara itu pihak kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut, melalui Kepala Seksi Pendidikan Madrasah.
Berhasil terkonfirmasi salah satu staf, Cucu yang ditunjuk Kasi PendMad memberi keterangan, seolah cuci tangan.
“Memang benar data data murid sudah aktif di beberapa PKBM, kami tidak tahu soal itu. Silahkan saja jika mau ikut TKA minta ke PKBM yang mengambil data murid untuk menonaktifkan. Itu kesalahannya ada di PKBM” ucap Cucu.
Bukan solusi yang disodorkan, pihak kemenag seolah lempar tanggungjawab. Padahal sejak awal masuk murid murid tersebut daftar di Madrasah bukan di PKBM.
Anehnya murid yang datanya sudah berpindah ke PKBM, masih mendapat bantuan opersional rutin EMIS di Madrasah. Sudah barang tentu Bantuan operasional Pendidikan yang disalurkan ke PKBM dipastikan cair.
***Her
