
KARAWANG – Pemandangan berbeda tersaji dalam gelaran kirab budaya yang menghadirkan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM).
Di tengah hiruk-pikuk ribuan warga, perhatian publik tertuju pada sosok perempuan yang tampil gagah namun tetap anggun di atas punggung kuda.
Ia adalah Hj. Sri Rahayu Agustina, S.H., Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, yang memilih cara tak biasa untuk menyapa konstituennya.
Tanpa sekat kaca mobil mewah, legislator dari Fraksi Golkar ini justru ikut memacu kuda dalam barisan pengawal kirab.
Keikutsertaan Sri Rahayu dalam kirab ini bukan sekadar gimik visual. Mengenakan pakaian khas yang selaras dengan tema budaya, ia tampak piawai mengendalikan kuda di tengah kerumunan masa.
Baginya, berkuda merupakan simbol ketangguhan seorang pemimpin perempuan sekaligus penghormatan terhadap tradisi leluhur.
“Ini bukan hanya soal mengawal Kang Dedi Mulyadi, tapi soal bagaimana kita melestarikan nilai-nilai budaya Jawa Barat. Turun ke jalan dengan berkuda membuat saya merasa lebih dekat dan bisa mendengar langsung suara masyarakat tanpa batasan,” ujar Sri Rahayu.
Aksi “Srikandi” asal Karawang ini menuai decak kagum dari warga yang memadati sepanjang rute kirab.
Kehadirannya memberikan warna tersendiri dalam barisan pendukung KDM, menunjukkan bahwa peran perempuan dalam politik tidak hanya berada di balik meja rapat, tapi juga aktif di lapangan dengan membawa identitas lokal.
Keterlibatan tokoh publik seperti Sri Rahayu Agustina dalam kegiatan kirab ini diharapkan mampu memantik semangat generasi muda untuk kembali mencintai budaya tradisional, di tengah gempuran modernisasi yang kian kencang.














