
KARAWANG – Sisa dinding yang menghitam dan atap yang ambruk menjadi saksi bisu musibah kebakaran yang menimpa kediaman Nenek Tasih (70) di Dusun Rawasari, Desa Talagamulya, Kecamatan Telagasari.
Namun, duka tersebut perlahan berganti dengan harapan baru pada Selasa (5/5/2026).
Pemerintah Kabupaten Karawang bergerak cepat merespons kondisi darurat sosial ini.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, hadir langsung di tengah puing-puing bangunan untuk meninjau lokasi sekaligus membawa kabar baik bagi keluarga korban.
Kebakaran tersebut tidak hanya menghanguskan harta benda, tetapi juga menyisakan beban berat bagi Nenek Tasih yang tinggal bersama anaknya, Heni seorang ibu tunggal serta dua cucunya.
Pasca-kejadian, keluarga ini sempat terkatung-katung dalam keterbatasan sebelum akhirnya intervensi pemerintah tiba.
Bupati Aep menegaskan bahwa perbaikan hunian bagi keluarga Nenek Tasih akan menjadi prioritas utama melalui program Rumah Layak Huni (Rulahu).
“Program ini memang didesain untuk menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan dalam kondisi darurat seperti ini. Kami pastikan bantuan ini tepat sasaran, dan rumah Ibu Tasih segera dibangun kembali agar layak dihuni,” tegas Bupati di sela-sela kunjungannya.
Langkah strategis Pemkab Karawang melalui Dinas Terkait ini menjadi bukti nyata fungsi pemerintah sebagai pelindung sosial.
Program Rulahu bukan sekadar proyek renovasi, melainkan instrumen pemulihan psikologis bagi warga yang baru saja kehilangan tempat berteduh.
Kehadiran sosok pimpinan daerah di lokasi bencana memberikan pesan kuat bahwa masyarakat tidak berjalan sendiri dalam menghadapi masa sulit. Poin utama dari program ini meliputi:
Keamanan Struktur: Memastikan bangunan baru memenuhi standar keamanan pasca-kebakaran.
Kesehatan Lingkungan: Menciptakan hunian yang lebih sehat bagi pertumbuhan cucu-cucu Nenek Tasih.
Percepatan Pemulihan: Memangkas birokrasi agar pembangunan dapat segera dilaksanakan.
Di atas lahan yang sama dengan kenangan pahit kebakaran tersebut, Pemkab Karawang akan segera mendirikan bangunan baru.
Rumah ini nantinya diharapkan tidak hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga simbol kebangkitan bagi keluarga Nenek Tasih untuk memulai hidup yang lebih tenang dan aman.
Pemerintah Kabupaten Karawang berkomitmen untuk terus memantau proses pembangunan hingga kunci rumah dapat diserahkan kembali kepada keluarga korban dalam waktu dekat.




