
KARAWANG – Nafas baru pemulihan sungai terpanjang di Jawa Barat resmi berlanjut. Terhitung mulai 1 Maret 2026, Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum Kodam III/Siliwangi kembali bergerak menjalankan amanat Perpres Nomor 15 Tahun 2018.
Pada tahun 2026 ini, kekuatan Satgas dipecah menjadi 10 Sektor di bawah komando Pangdam III/Siliwangi melalui Dansatgas Citarum Harum, Kolonel Inf Yanto Kusno.
Kabupaten Karawang kembali menjadi titik krusial dalam misi lingkungan ini dengan masuk ke dalam wilayah Sektor 10.
Komando Sektor 10 kini dipimpin oleh Kolonel Inf Satyo Ariyanto sebagai Dansektor, didampingi oleh Dandim 0604/Karawang, Letkol Inf Naryanto, S.Kom., M.Han., yang menjabat sebagai Wadansektor.
Tak butuh waktu lama bagi Sektor 10 untuk menunjukkan taringnya. Mengawali pelaksanaan program, personel Satgas langsung turun ke lapangan untuk melaksanakan dua agenda krusial yakni pendataan outfall (lubang pembuangan limbah) industri dan inventarisasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di sepanjang aliran sungai.
Langkah awal ini diambil guna memetakan potensi pencemaran sejak dini, sehingga penanganan ke depan dapat dilakukan secara presisi dan terukur.
Kehadiran Dandim 0604/Karawang, Letkol Inf Naryanto sebagai Wadansektor, memperkuat sinergi antara Satgas Citarum dengan kekuatan kewilayahan.
Hal ini diharapkan mampu mempercepat proses sosialisasi kepada warga agar tidak lagi membuang sampah ke sungai.
“Program Citarum Harum tahun 2026 bukan sekadar rutinitas, melainkan komitmen berkelanjutan. Kami mengawali dengan pendataan industri dan titik sampah liar agar aksi lapangan tepat sasaran,” ujar Pelda Serma Roni Heryana kepada media Jum’at (6/3/2026).
Dengan dimulainya kembali Satgas Citarum Harum, harapan agar sungai kebanggaan Jawa Barat ini benar-benar bersih dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat di Karawang kembali membumbung tinggi.
Untuk tahun 2026, Sektor 10 Karawang menetapkan 12 target utama untuk memulihkan Sungai Citarum.
Langkah ini mencakup aspek ekologis seperti penghijauan dan pembuatan biopori, serta pengawasan ketat terhadap limbah industri dan keamanan sungai.
Selain menangani darurat sampah, tim juga fokus pada edukasi masyarakat, penegakan hukum yang sinergis, dan transparansi publik guna memastikan seluruh program berjalan efektif dan terukur.












