Tebing tinggi, idisionline.com – Adanya beberapa sanggahan berita terkait dengan berita kebobrokan PDAM Tirta Bulian Tebing tinggi, dari beberapa media online membuat Sahlan Wijaya S Selaku Wakil Ketua DPD Lira Tebing tinggi angkat bicara.
Sahlan mengatakan, nampak ketidak Frofesionalan sang penulis berita bantahan dari Plt Direktur PDAM. Dalam
hall ini terlihat jelas.
Seharusnya mereka yang berbahasa dalam medianya seakan paling Profesional, menghubungi atau konfirmasi ke saya (Nara sumber) orang yang mendapatkan temuan kebobrokan dalam pengolahan air bersih (PDAM) tersebut, mereka juga mengenal saya, bukan hanya keterangan sepihak dari Hadi Sucipto saja yang mereka tulis, ucapnya.
Terkait ini juga berhubungan dengan kepentingan masyarakat dalam pengelolaan air PDAM.
Bagaimana air yang tidak layak dikonsumsi di salurkan ke masyarakat, jadi wajar saya menduga seakan memang ada berita pesanan. Saya terkesan dan menduga beritanya kopi paste.
Apalagi terkait keterangan R. Hutagalung sebagai Fratiksi Hukum, semuanya sama bahasanya, Saya sudah komunikasi dengan R. Hutagalung 17/7/25 malam, Hutagalung mengatakan ada seorang wartawan menanyakan ke saya terkait Kebijakan larangan peliputan di Objek vital, dan saya memberikan penjelasan, jelasnya kepada awak media.
Jadi apakah mereka sudah Frofesional, justru mereka terlihat seperti ada berita pesanan, dan di setir oleh seseorang yang mana seharusnya awak media itu harus Independen, pungkasnya.
Sementara kita menyampaikan temuan kita ke kawan media berdasarkan fakta dan akurat di lapangan, bahkan kita sudah coba mengkonfirmasi Hadi Sucipto tapi beliau menghindar dari saya dan meninggalkan tim kita, tutup Sahlan.
Junaedy






