SUKABUMI – idisionline.com || Keprihatinan terhadap minimnya keterlibatan remaja di masjid mendorong Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PKS, Inggu Sudeni, menginisiasi gerakan Pemuda dan Remaja Masjid Citamiang (PRMC). Ia menegaskan masjid seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang pembinaan dan aktualisasi generasi muda.
Gagasan itu lahir dari pengamatannya bersama para ikhwan dan akhwat yang aktif di Yayasan Cinta Sedekah. Ia melihat pergeseran aktivitas di masjid yang kini lebih banyak diisi oleh kalangan orang tua, sementara peran remaja semakin berkurang dibandingkan masa lalu.

“Zaman kita dulu, masjid ramai dengan kegiatan remaja. Setiap habis Magrib ada pengajian dan berbagai aktivitas lainnya. Sekarang kondisinya mulai bergeser,” ujar Inggu, Sabtu (31/10/2026).
Menurutnya, PRMC dihadirkan untuk mengembalikan kedekatan anak muda dengan masjid sekaligus membuka ruang pengembangan potensi. Wadah ini dirancang tidak sekadar untuk kegiatan keagamaan, tetapi juga mencakup aspek sosial, kreativitas, hingga pemberdayaan ekonomi bagi remaja.
Ia menekankan, pembentukan PRMC bukan hanya soal menyediakan tempat berkumpul, melainkan membangun kembali rasa memiliki terhadap masjid. “Pembentukan organisasi ini bukan sekadar menghadirkan wadah berkumpul bagi anak muda. Kami ingin membangun kembali rasa memiliki terhadap masjid, sehingga mereka ikut terlibat dalam berbagai kegiatan dan pengelolaannya,” jelasnya.
Untuk tahap awal, gerakan ini akan difokuskan di Kecamatan Citamiang. Ke depan, jaringan tersebut ditargetkan meluas ke tujuh kecamatan di Kota Sukabumi dengan melibatkan perwakilan remaja masjid dari setiap kelurahan agar gerakan lebih merata.
Sejumlah agenda telah disiapkan. Setelah peluncuran, pelantikan pengurus PRMC dijadwalkan pada Januari mendatang di Masjid Pemuda Sejuta Pemuda. Selanjutnya kegiatan rutin akan digelar setiap bulan dengan sistem bergilir dari satu masjid ke masjid lain di wilayah tersebut.
Rangkaian aktivitasnya dirancang beragam, tidak hanya pengajian bersama, tetapi juga aksi bersih-bersih masjid, pelatihan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, serta pengembangan minat dan bakat. “Programnya nanti rutin sebulan sekali dan dilaksanakan secara bergiliran di masjid-masjid. Anak-anak muda dari perwakilan masing-masing kelurahan bisa berkumpul, mengadakan pengajian, membersihkan masjid, hingga mengikuti pelatihan pemberdayaan ekonomi,” paparnya.
Dalam satu tahun ke depan, Inggu juga menargetkan digelarnya Jambore Remaja Masjid tingkat Kota Sukabumi dengan peserta lebih dari 1.000 orang sebagai ajang konsolidasi lintas wilayah. Melalui PRMC, remaja diharapkan tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga penggerak dan pengelola kegiatan masjid. “Cita-cita besarnya, kami ingin masjid di Kota Sukabumi kembali hidup dengan aktivitas para remajanya. Bukan hanya pengajian, tetapi juga ada pemberdayaan ekonomi, pelatihan, pengembangan hobi, dan bagaimana manajemen masjid bisa melibatkan anak-anak muda,” pungkasnya.***. (Agus Pren)













