Tebingtinggi, idisi Online.Com– Pengguna jalan di kota Tebingtinggi mengeluhkan adanya kendaraan pengangkut tandan buah segar atau TBS sawit yang melintas dengan muatan melebihi kapasitas dan dimensi bak truk atau Overload. 

Keberadaan truk-truk tersebut kian mengkhawatirkan lantaran bak kendaraan yang tidak melengkapi dengan jaring pengaman pada saat angkut buah tandan sawit. Sabtu, (3/10/26). 

Ironisnya, saat awak media melihat truk pengangkut tandan buah sawit, yang melintas ada tertulis di bak truk tersebut dengan bertuliskan

“Paya Pinang “yang sedang melintas dari arah komplek perkantoran Bp7 jalan gunung lauser dengan tumpukan buah yang menjulang tinggi melewati batas bak.

Tanpa jaring pelindung, buah sawit rawan jatuh dan bisa merugikan kepada  pengendara lain.

Ketika buah sawit tersebut jatuh, dikarenakan tidak memakai jaring pengaman tandan buah sawit.

Apa lagi pas melintasi rel kereta api di jalan M. Yamin Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi, jalannya agak berlubang dan licin.

Tindakan ini sangat berbahaya dan melanggar hukum lalu lintas. Truk pengangkut sawit yang membawa muatan melebihi kapasitas bak (overloading) tanpa jaring pengaman sangat berisiko memicu kecelakaan fatal, terutama bagi pengendara sepeda motor di belakang atau sekitarnya.

Oleh karena itu pengguna jalan berharap pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan penertiban secara rutin dan memberikan sanksi tegas terhadap truk-truk yang melanggar standar keselamatan. Selain risiko kecelakaan, muatan Overload diduga menjadi penyebab utama kerusakan aspal di ruas jalan lintas yang dilalui. 

Sudah tertuang didalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ): Pasal 307 menyatakan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor angkutan barang yang tidak mematuhi ketentuan tentang tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi kendaraan dapat dipidana dengan kurungan atau denda.

Info Lainnya  Atas Beredarnya Website Dan Portal HMI Cabang TebingTinggi, Formatur Ketum HMI koms Lafran pane Tebing Tinggi nyatakan itu Fake dan tidak Bertanggungjawab