Garut, idisionline.com – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang keberadaanya di Kabupaten Garut, kian marak bak jamur dimusim hujan.
Namun menjamurnya PKBM itu dinilai tak sejalan dengan regulasi dan harapan pemerintah. Rentanya kegiatan belajar masyarakat akan hal manipulasi data, sudah jadi buah bibir seolah lumrah.
Kendati tidak sedikit oknum pengelola PKBM berlaku culas, kesandung kasus hukum. Namun seolah tak ada epek jera demi raup untung besar dari Bantuan operasional.
Prilaku culas yang dilakukan pengelola PKBM demi raup untung, masih merajalela.
Seperti halnya tata kelola PKBM Aulia Darussalam yang berdomisili di Desa Sukamulya Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut, diduga masih adanya Warga Belajar (WB) fiktif.
Penelusuran awak media di lingkup PKBM itu, pekan lalu tidak didapati adanya kegiatan belajar. Hanya terdapat 2 ruang belajar tanpa kegiatan.
Pengelola PKBM tidak berhasil ditemui, hingga dua kali awak media coba sambangi PKBM yang diketahui milik Anwar sebagai ketua Yayasan.
Sementara itu Kepala PKBM tersebut yang diketahui bernama Ahmad Yusuf hingga saat ini belum bisa terkonfirmasi.
Padahal data WB yang terindikasi fiktif terdata dalam dapodik PKBM itu terbilang cukup banyak. Diantaranya bahkan ada Murid salah satu Madrasah, dicaplok masuk dalam data PKBM itu.
Tindakan yang berpotensi melawan hukum dilakukan pengelola PKBM itu sangat merugikan. Sejumlah Murid madrasah bahkan terancam gagal ikut Tes Kemampuan Akademik.
Sejauh ini hingga berita dilansir pihak berkompeten dalam persoalan itu, belum berhasil diminta penjelasannya. Sementara demi keberimbangan pemberitaan awak media terus lakukan upaya konfirmasi.
***Her
