KARAWANG, IO – Angka 58 bukan sekadar penanda usia bagi H. Tulus Widodo. Di hari jadinya tahun ini, tokoh masyarakat sekaligus pengusaha yang dikenal rendah hati ini memilih merayakannya dengan cara yang khidmat, bersujud syukur dan berbagi kebahagiaan bersama ribuan warga di sekitar wilayah operasional perusahaannya.
Kegiatan dimulai sejak fajar menyingsing. Usai melaksanakan salat Subuh berjamaah, Sabtu (5/5), acara dibuka dengan doa bersama yang berlangsung khusyuk.
Tak berselang lama, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian bantuan sosial secara masif. Sebanyak 9.200 paket sembako disalurkan untuk warga di Empat desa, yakni Desa Margakaya, Desa Kutamekar, Marga Mulya dan Wadas.
Di sela-sela kegiatan, H. Tulus sempat mengenang kembali memori saat dirinya pertama kali menginjakkan kaki di Karawang sebagai perantau pada tahun 1992.
Lebih dari tiga dekade menetap, ia mengaku sudah jatuh cinta dan berkomitmen membangun “Kota Padi” ini.
“Kami merantau ke Karawang sejak 1992. Sampai kapan pun, saya akan tetap di sini. Sebagai bentuk bakti saya, seluruh kendaraan operasional kami menggunakan plat T (Karawang). Mau dipakai di luar pulau pun, pajaknya tetap masuk ke kas daerah Karawang,” tegasnya penuh semangat.
Meskipun kini bisnisnya telah merambah skala nasional, ia menegaskan tidak akan melupakan akar di mana ia dibesarkan. Baginya, masyarakat sekitar perusahaan adalah prioritas utama.
Keberhasilan acara ini juga tidak lepas dari hubungan baik yang telah dijalin H. Tulus selama puluhan tahun dengan awak media. Ia menyebut teman-teman wartawan sebagai mitra strategis yang tetap solid hingga saat ini.
“Alhamdulillah, hubungan dengan teman-teman wartawan dari dulu sampai sekarang tetap terjaga. Mereka adalah saksi perjalanan kami dari bawah hingga sekarang,” tambahnya.
Dibalik kesuksesan duniawi yang telah diraih, termasuk pembangunan pondok pesantren, H. Tulus mengungkapkan ada satu impian besar yang masih terus ia perjuangkan, memiliki keturunan yang hafiz Al-Qur’an.
“Alhamdulillah, pembangunan pondok sudah selesai. Namun, ada satu harapan yang belum tercapai sepenuhnya. Saat ini anak saya sudah hafal 28 juz, tinggal sedikit lagi menuju 30 juz. Saya ingin anak saya sempurna 30 juz, karena bagi saya, itu adalah jaminan dan tabungan saya untuk masuk surga nanti,” tuturnya dengan nada haru.
Melalui momen Milad ke-58 ini, H. Tulus berharap dapat terus meningkatkan jumlah bantuan di masa mendatang. Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, ia bersyukur masih diberi kemampuan untuk “berbagi rasa dan berbagi suka” dengan masyarakat.
Kegiatan pembagian 9.200 paket sembako ini berjalan dengan lancar dan tertib, menutup rangkaian acara ulang tahun yang penuh makna dan keberkahan bagi masyarakat Karawang.
Sujud Syukur di Usia 58: H. Tulus Widodo Tebar 9.200 Paket Sembako dan Kenang Perjalanan di Tanah Rantau







