Kab Bandung , Idisi Online – Pemerintah Kecamatan Solokanjeruk menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bandung Tahun 2027, Senin (9/2/2026) di Aula Kecamatan Solokanjeruk.
Acara dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi, S.H., bersama Anggota DPRD Kabupaten Bandung Daerah Pemilihan V, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Bandung Dicky Anugrah, S.H., M.Si., unsur pemerintah daerah, Forkopimcam, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Musrenbang Kecamatan Solokanjeruk mengusung tema “Peningkatan Daya Saing Daerah yang Berkelanjutan” dan menjadi forum strategis untuk menyelaraskan usulan pembangunan dari tingkat desa agar sejalan dengan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Bandung.
Camat Solokanjeruk, Rahmatullah Mukti Prabowo, S.IP., M.M., menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan ruang penting untuk merumuskan kebutuhan riil masyarakat secara partisipatif.
“Usulan yang disampaikan harus benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat dan disesuaikan dengan arah kebijakan pembangunan daerah, agar dapat direalisasikan secara efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, pemerintah kecamatan juga memaparkan capaian kinerja Kecamatan Solokanjeruk serta sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, hingga sektor sosial dan lingkungan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi, S.H., dalam sambutannya menekankan pentingnya penentuan skala prioritas dalam Musrenbang, khususnya di tengah keterbatasan fiskal daerah akibat pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.
“Musrenbang ini bukan sekadar formalitas tahunan, tetapi merupakan amanat konstitusi untuk menentukan arah pembangunan daerah. Aspirasi masyarakat harus disaring secara cermat agar benar-benar menjawab kebutuhan yang paling mendesak,” tegas Renie.
Ia mengungkapkan, Kabupaten Bandung saat ini menghadapi pengurangan dana transfer pusat (TKD) yang hampir mencapai Rp1 triliun. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah dan DPRD untuk melakukan efisiensi anggaran secara ketat.
“Kita harus jujur kepada masyarakat, tidak semua usulan bisa langsung direalisasikan. Karena itu, program yang diajukan harus realistis, terukur, dan berdampak luas,” jelasnya.
Renie menambahkan, DPRD bersama Badan Anggaran berkomitmen agar kebijakan efisiensi tidak mengorbankan pelayanan dasar dan kepentingan masyarakat. Ia juga mengingatkan agar pemerintah desa tidak sekadar mengulang usulan yang sama setiap tahun tanpa perencanaan yang matang.
“Perencanaan yang baik akan memperbesar peluang program untuk masuk dalam pembahasan anggaran dan direalisasikan,” katanya.
Melalui Musrenbang Kecamatan Solokanjeruk ini, diharapkan dapat dihasilkan daftar prioritas pembangunan yang selaras dengan visi Kabupaten Bandung, sehingga pada tahun 2027 pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, serta program pemberdayaan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Redaksi IO






