KABUPATEN BANDUNG, Idisi Online – Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Memasuki semester kedua tahun 2026, seluruh perangkat daerah diminta memaksimalkan pelaksanaan program agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung saat memimpin Apel Pagi ASN Bulan Juli 2026 di Lapangan Upakarti, Soreang, Senin (6/7/2026) dan diikuti ribuan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung.
Bupati yang akrab disapa KDS ini menegaskan, apel pagi bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum untuk memperteguh dan memperbarui komitmen seluruh ASN sebagai pelayan masyarakat.
“Memasuki bulan Juli ini, kita telah menyelesaikan setengah perjalanan tahun 2026. Setengah tahun ke depan harus kita maksimalkan agar setiap program dan kebijakan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut KDS, ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik terus meningkat. Karena itu, ASN dituntut menghadirkan pelayanan yang mudah, cepat, transparan, dan humanis.
Ia mengajak seluruh ASN untuk menjadikan setiap tugas sebagai bentuk ibadah sehingga pelayanan diberikan dilakukan dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan profesionalisme.
“Kerja-kerja kita harus diniatkan sebagai ibadah. Dengan niat yang tulus dan ikhlas, saya yakin pelayanan kepada masyarakat akan semakin optimal,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, KDS juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pengabdian sebagai ASN dan peran dalam keluarga. Sejalan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional beberapa waktu lalu yang mengusung tema “Ayah Harus Hadir”, ia mengajak seluruh ASN untuk tetap hadir dan memberikan perhatian kepada keluarga di tengah kesibukan bekerja.
Ia juga turut mengapresiasi capaian Kabupaten Bandung yang berhasil meraih Juara III Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) tingkat Jawa Barat melalui Desa Citaman, Kecamatan Nagreg.
Selain itu, KDS menekankan pentingnya memperkuat koordinasi antarperangkat daerah agar tidak ada lagi program pembangunan yang terhambat.
“Saya tidak ingin memasuki semester kedua ini masih ada program yang tersendat hanya karena persoalan koordinasi. Semua harus bergerak bersama agar target pembangunan dapat tercapai,” tegasnya.
Dalam arahannya, KDS juga menyoroti pentingnya menjaga etika dan integritas ASN, khususnya yang bertugas di sektor pelayanan kesehatan. Ia mengaku masih menerima laporan mengenai adanya oknum ASN yang menyebarkan hal-hal yang tidak pantas.
Untuk itu, ia menginstruksikan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung segera melakukan evaluasi terhadap ASN yang bersangkutan. Bahkan, bila diperlukan, dilakukan asesmen psikologis guna memastikan setiap ASN mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional sesuai dengan nilai-nilai BerAKHLAK.
(Humas Pemkab Bandung – Diskominfo/sy)
![]()







