Tebing Tinggi, Idisionline.com – Ketua Himpunan Mahasiswa Indonedia (HMI) Komisariat (P) Lafran Pane Tebing Tinggi, Jihan Akbar, angkat bicara terkait bentrokan geng motor yang terjadi pada Rabu malam, 10 September 2025, dan menyebabkan seorang pelajar kritis. Kejadian tersebut diberitakan sejumlah media online, salah satunya mimbar sumut. Com.
Jihan menilai aparat belum menunjukkan ketegasan yang cukup dalam menindak geng motor dan berbagai bentuk kejahatan jalanan. Ia menegaskan patroli dan razia yang selama ini digelar Polres Tebing Tinggi belum memberi efek jera kepada geng motor ataupun begal.
“Kalau hanya ditilang atau ditegur, mereka akan mengulangi lagi. Harus ada langkah hukum yang tegas,” ujarnya.
Menurutnya, geng motor bukan lagi persoalan kenakalan remaja, melainkan tindak kriminal yang sangat meresahkan di kalangan masyarakat luas, dan ia juga mendesak Polres untuk meningkatkan patroli di titik rawan, mengambil tindakan hukum serius terhadap para pelaku, serta menggandeng anak pelajar yang masih duduk di bangku SMP dan SMA dan masyarakat agar para pelajar tidak terjerumus dalam aksi geng motor.
“Keamanan adalah hak warga. Polres Tebing Tinggi harus hadir lebih serius lagi agar kota ini tidak terus dihantui rasa ketakutan,” tegas Jihan Akbar.
Jihan berharap agar kasus bentrokan ini menjadi yang terakhir ditebingtinggi. Ia menekankan kita bekerja sama menjaga ke kondusifan di kota ini,maka dari itu pihak kepolisian, pemerintah, dan masyarakat harus bersatu menjaga kota agar tetap kondusif.
Saya meminta kepada pihak kepolisian agar benar benar menjalan tugas rutin (patroli ) di malam hari terutama di tempat tempat rawan begal bila perlu di setiap perbatasan kota tebing tinggi selalu di jaga karena sangat rentan dengan aksi begal dan geng motor, atau aksi-aksi kejahatan di jalanan Jangan sampai ada korban baru lagi ,lalu mengambil tindakan tegas,”pungkasnya.






