KAB. BANDUNG | IDISIONLINE.COM,-
Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa (ABPEDNAS) meluncurkan Program BPD Online sebagai sarana untuk menjaring aspirasi masyarakat yang ada di Kabupaten Bandung.
Peluncuran program dikemas melalui Rapat Koordinasi ABPEDNAS Kabupaten Bandung, yang diselenggarakan di Sekretariat ABPEDNAS Jalan Parung Serab 88 Soreang, Jum’at (15/01/2021).
Ketua Asosiasi BPD Nasional Kab. Bandung, Firman Lesmana, SIP saat diwawancara menjelaskan bahwa untuk menjaring aspirasi masyarakat, Asosiasi BPD Kabupaten Bandung meluncurkan Program BPD Online.
“Rakor ABPEDNAS Kab. Bandung melakukan suatu terbosan-terbosan yang mendukung program-program desa, dimana hasil rakor itu yaitu bangun desa dengan mengeluarkan program BPD Online”, imbuhnya.
“Program tersebut merupakan bagian dari program Pemerintah dimana ada kampung internet, BPD Online sebagai media penyerap aspirasi masyarakat, nanti bisa sejalan dengan kawan-kawan pemerintah desa, juga bagian dari program monumental, peningkatan kelembagaan, bagaimana kita mengadakan Bintek Leader Ship, juga work shop pembuatan raperdes dan lain sebagainya, yang out put nya untuk rekan-rekan kita yang ada di desa”, cetus Ketua ABPEDNAS Kab. Bandung, Firman Lesmana, SIP di kantornya.
Sekretaris Asosiasi BPD Nasional Kab. Bandung, Zulfian didampingi Ir H. Dedi Ruswandi, SH., MSi menjelaskan bahwa menurut nya perkembangan tekhnologi era globalisasi saat ini yang ada di desa hanya menonton saja, melalui Program BPD Online diharapkan nanti dapat mengukur tingkat kebutuhan masyarakat untuk pengembangan jaringan melalui Kampung Internet yang di dalamnya masyarakat dapat merasakan manfaat dan keuntungan.
“Informasi dan teknologi selama ini kami yang ada di desa hanya menonton saja, kami mencoba masuk didalamnya bahwa internet itu harus didesain sedemikian rupa, sehingga tingkat kebutuhan masyarakat dapat diukur, dan melalui Kampung Internet nanti masyarakat akan merasakan manfaatnya, dan diharapkan nanti setelah berjalan dapat lebih mengefektifkan kinerja Pemerintahan di tingkat desa”, paparnya.***
Reporter : Edwin Sunarya





