SUKABUMI – idisionline.com || Direktur RSUD R. Syamsudin, S.H. (Bunut) Kota Sukabumi, H. Yanyan Rusyandi, S.E., M.Kes., menunjukkan respons cepat dalam penanganan pasien dari kalangan tidak mampu. Kebijakan kemanusiaan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat.
Salah satu bentuk respons tersebut terjadi pada Senin, 19 Oktober 2026. Seorang warga Kota Sukabumi yang berprofesi sebagai penjual kopi keliling dilaporkan jatuh pingsan saat berjualan di pasar. Warga di sekitar lokasi kejadian kemudian melarikan korban ke IGD RSUD R. Syamsudin, S.H. untuk mendapatkan pertolongan medis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pasien tersebut telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur oleh tim medis RSUD. Namun, nyawa pasien tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Persoalan kemudian muncul terkait biaya pelayanan medis selama perawatan singkat tersebut. Keluarga pasien yang berasal dari keluarga tidak mampu sempat kebingungan mengenai biaya yang harus diselesaikan sebelum jenazah dapat dibawa pulang.
Mengetahui kondisi keluarga pasien, Direktur RSUD R. Syamsudin, S.H., H. Yanyan Rusyandi mengambil kebijakan untuk menanggung seluruh biaya pelayanan pasien tersebut melalui kebijakan pembiayaan internal rumah sakit. Dengan kebijakan itu, jenazah dapat segera dibawa pulang oleh keluarga untuk dimakamkan.
Kebijakan direktur tersebut dinilai sebagai langkah kemanusiaan yang meringankan beban keluarga duka. Warga masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut memberikan apresiasi terhadap manajemen RSUD, khususnya kepada direktur.
Keluarga pasien melalui perwakilannya, Jajang, yang merupakan kakak kandung almarhum, menyampaikan terima kasih secara langsung kepada pihak rumah sakit.
“Saya sangat berterima kasih kepada pihak rumah sakit khususnya kepada Pak Direktur. Semoga beliau diberi pahala yang setimpal dan diberi umur panjang,” ujar Jajang saat ditemui usai pemulangan jenazah, Senin (19/10/2026).
Jajang menambahkan, keluarganya tidak menyangka akan mendapatkan kemudahan tersebut di tengah kondisi duka. Ia berharap kebijakan serupa dapat terus diterapkan bagi masyarakat tidak mampu lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD R. Syamsudin, S.H. belum memberikan keterangan resmi terkait skema pembiayaan yang digunakan, namun kebijakan tersebut ditegaskan sebagai bagian dari komitmen rumah sakit daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.***
_/Agus Pren







