Garut. Idisionline.com – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tegalpanjang 02, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut.
Dapur SPPG yang melayani MBG sejumlah Sekolah diwilayah itu, Kini malah menuai sorotan publik usai ditemukannya salah satu menu (daging ayam) yang dihidangkan pada Senin (05/10/2026) dinilai tak layak konsumsi.
Berdasarkan foto dan vidio yang sempat terekam kamera, daging ayam yang jadi salah satu menu terpantau masih mentah dan menyisakan darah segar berbau amis menyengat.
Atas peristiwa itu sejumlah murid penerima MBG wilayah Tegalpanjang tidak memakan hidangan yang menjijikan itu.
Sejumlah guru Sekolah penerima bahkan dengan tegas melarang muridnya makan daging karena khawatir beresiko.
“Saya langsung meminta anak-anak untuk tidak memakannya. Temuan ini juga langsung kami keluhkan dan sampaikan ke pihak SPPG,” ujar sumber tersebut saat dikonfirmasi.
Tak pelak peristiwa itu mematik perhatian publik. Sejumlah awak media lakukan penelusuran dan konfirmasi kepada pihak yang bertanggungjawab.
Kepala dspur SPPG Tegalpanjang 02, Fredy berhasil memberikan klarifikasi dihadapan sejumlah awak media.
Fredy dicecar dengan sederet pertanyaan yang dilontarkan Wartawan, sehingga Fredy menunjukan mimik muka bingung.
Dalam penjelasanya fredy tak mampu menampik kejadian yang benar adanya tersebut, selain permohonan maaf terucap berkali kali dengan nada gugup.
“Saya akui itu merupakan bentuk kelalaian ksmi. Maka kami sampaikam permohonan maaf kepada semua pihak. Kejadian seperti ini kami jamin tak akan terulanh” tandas Fredy.
Namun apapun dalih yang dikemukakan fredy, peristiwanya sudah terjadi dan membuat kegaduhan yang mengundang kekhawatiran sejumlah pihak akan higienis dan bergizinya santapan yang dihidangkan dalam ompreng MBG oleh Tegalpanjang 02.
Tidak cukup sampai disitu, pasca sebuah media online yang dilengkapi medsos tiktok menayangkan berita itu hingga mencuat dan jadi konsumsi publik.
Beragam cuitan dan komentar netizen terkait berita itu, tak pelak bikin panas kuping pengelola dapur itu.
Hingga tersebarnya isu permintaan takedown berita dari pengelola/mitra SPPG dengan utus orang yang dikabarkan anggota Ormas.
Sayangnya bujuk rayu untuk takdown berita tidak mempan. Hingga saat ini berita masih bertengger tanpa ada hak jawab dan klarifikasi. Seolah sudah selesai, konon dengan memberi sejumlah uang melalui oknum.
Ironisnya, bukan penyelesaian yang tempuh namun masalah baru kembali menyeruak.
Namun tudingan miring yang dialamatkan kepada seorang Guru yang dinilai kritis, Ia dituding telah memberikan sejumlah uang kepada Wartawan agar berita di takedown, hal itu bahkan menambah panjang persoalan.
Bantahan tegas sontak dilontarkan sang Giru SD yang disebut sebut nyuap Wartawan. Dengan nada berang, dirinya membantah dan akan cari tau siapa oknum penyebar fitnah.
“Kami sebagai penerima manfaat, jelas merasa dirugikan adanya menu yang gak layak komsumsi. Terus sekarang kami dijadikan kambing hitam bayar wartawan untuk takedown berita. Ini sudah keterlaluan mengarah ke fitnah yang tak bisa dibiarkan. Kami akan ambil tindakan” tandasnya geram.
***Heryawan
Menu Ayam tak Layak Komsumsi Produksi Dapur SPPG Tegalpanjang 02 Berbuntut Panjang Usai Terungkapnya Atensi Takedown Berita







