Ragam

Walikota Sukabumi Resmikan Hasil Revitalisasi Sekolah Program Pusat? Warga: Jangan Hanya Seremonial!

×

Walikota Sukabumi Resmikan Hasil Revitalisasi Sekolah Program Pusat? Warga: Jangan Hanya Seremonial!

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – idisionline.com || Walikota Kota Sukabumi Ayep Zakki meresmikan bangunan hasil program Revitalisasi Sekolah yang dibiayai pemerintah pusat alias hajat milik pemerintah pusat ?? Ahaa…!!

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, pada 16 Oktober 2026 meresmikan fasilitas baru SDN Citamiang I yang telah selesai dibangun menggunakan bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Dibangun dengan anggaran yang mencapai sekitar Rp794 juta. Anggaran dialokasikan untuk pembangunan ruangan kelas 1 hingga 4, toilet, ruangan perpustakaan hingga lapangan.

Menanggapi hal tersebut, warga dan pemerhati pendidikan di Sukabumi meminta agar revitalisasi tidak berhenti pada seremonial peresmian semata.

Yang penting bukan hanya diresmikan walikota, tapi mutu pendidikan setelahnya. Apakah guru cukup, sarana belajarnya terisi, anak-anak nyaman belajar ???

Warga masyarakat desak Dinas Pendidikan Kota Sukabumi melakukan pengawasan ketat terhadap kualitas bangunan agar sesuai spek dan tahan lama, mengingat ini uang negara.

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang digelontorkan pemerintah pusat dengan anggaran miliaran rupiah kembali menjadi sorotan. Di Kota Sukabumi, salah satu sekolah penerima program tersebut diresmikan secara simbolis oleh Walikota Sukabumi.

Peresmian yang dikemas dengan seremonial dan foto bersama itu diklaim sebagai bukti keberhasilan sinergi pusat dan daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Namun di balik seremoni, sejumlah pertanyaan kritis justru muncul dari masyarakat.

Pasalnya, program revitalisasi yang seharusnya menjawab persoalan gedung rusak, kekurangan ruang kelas, dan fasilitas tidak layak, justru terkesan tidak merata. Masih ada sekolah di Kota Sukabumi yang kondisinya luput dari program pusat.

Jangan sampai revitalisasi hanya jadi ajang seremonial walikota. Yang kita butuhkan bukan hanya gedung baru yang diresmikan, tapi jaminan mutu bangunan dan pemerataan. Jangan yang dekat dengan kekuasaan saja yang dapat,” ujar seorang warga.

Info Lainnya  Alumnus SPG MY Kota Sukabumi Ikat Kembali Tali Persaudaraan Lewat Reuni Akbar 2024

Ia juga mempertanyakan transparansi dan pengawasan. Apakah kualitas bangunan hasil revitalisasi benar-benar sesuai RAB dan spesifikasi teknis? Mengingat banyak kasus di daerah lain, gedung baru hasil revitalisasi menggunakan material yang tidak ber-SNI sebagai yang sudah ditentukan dalam program revitalisasi.

Warga masyarakat juga menagih komitmen Walikota dan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi. Setelah diresmikan, bagaimana dengan pengisian sarana di dalamnya? Bagaimana dengan penambahan guru, peningkatan kompetensi, dan kenyamanan belajar siswa?

“Kalau hanya bangunan fisik yang bagus tapi kualitas mengajar masih begitu-begitu saja, sama saja bohong. Kami minta Walikota tidak hanya meresmikan, tapi juga memastikan mutu pendidikan pasca revitalisasi,” tambahnya.

Publik mendesak Inspektorat dan Dinas Pendidikan membuka secara transparan daftar sekolah penerima revitalisasi pusat tahun 2026, besaran anggaran per sekolah, serta hasil audit kualitas bangunannya.***

/_Agus Pren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Idisi Online

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca